AYOJAKARTA.COM — Partai Buruh ialah salah satu partai politik yang berperan penting dalam kancah politik Indonesia.
Kabar terkini, Partai Buruh resmi mencabut dukungan kepada capres Anies Baswedan karena beberapa alasan yang kuat.
Padahal sebelumnya, Anies Baswedan sempat masuk dalam bursa capres pilihan Partai Buruh dalam rapat kerja nasional (Rakernas) pada bulan Februari 2023.
Said Iqbal selaku Presiden Partai Buruh mengumumkan bahwa Partai Buruh resmi mencabut dukungan terhadap capres Anies Baswedan.
"Dari masa pencermatan, nama Anies dieliminasi oleh rapat presidium berdasar organ struktur partai dan organ pendiri partai," ujar Said Iqbal seperti dikutip AyoJakarta.com dari Republika pada Kamis, 14 September 2023.
Alasan utama yang menyebabkan Anies Baswedan lengser dari dukungan Partai Buruh yakni soal dipilihnya cawapres Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tanpa sepengetahuan Demokrat.
Seperti yang telah diketahui, Partai NasDem melalui Ketua Umum Surya Paloh, dikabarkan secara sepihak menetapkan Ketua Umum PKB yaitu Cak Imin sebagai cawapres Anies Baswedan.
Keputusan atas pemilihan Cak Imin jadi cawapres Anies Baswedan, diambil tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS yang tergabung dalam partai pendukung di Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Baca Juga: Anies Baswedan Deklarasi di Madura Membahas Ini, Dapat Dukungan Langsung Para Nyai dan Emak
Dinamika politik terjadi, hingga Demokrat resmi mencabut dukungan kepada capres Anies Baswedan dan keluar dari partai Koalisi.
Lebih lanjut, terkait hal tersebut Partai Buruh menilai tidak amanahnya mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.
"Kawan-kawan buruh berpendapat, belum jadi presiden saja sudah tidak amanah. Kawan seiring dan sejalan sudah tusuk dari belakang," kata Said Iqbal.
Tak hanya itu saja, Said Iqbal juga sindir Anies Baswedan melebihi petugas partai yang bergantung pada majikan partai.
Baca Juga: Mendapat Dukungan Buruh, Anies baswedan Berkomitmen untuk Membuat Perubahan dalam Regulasi
"Anies Baswedan ini karyawan partai jadi melebihi petugas partai, tergantung majikan partainya atau pengusaha partainya apalagi nanti jadi presiden," ucap Said Iqbal.
"Janji tinggal janji seribu janji bisa dibuat semanis apapun bisa, kawan seiring sejalan ditusuk di belakang apalagi kami," sambungnya.
Said Iqbal menilai Anies Baswedan hanya melontarkan janji-janji manis, namun teman dan koalisi politiknya di kesampingkan bahkan ditinggalkan.***

Share this article
Kabar terkini, Partai Buruh resmi mencabut dukungan kepada capres Anies Baswedan karena beberapa alasan yang kuat.