AYOJAKARTA.COM - Masuknya nama Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres Anies Baswedan masih menyisakan pertanyaan.
Jalinan komunikasi politik yang berlangsung dalam hitungan hari, membuat publik menyoal proses di balik pencalonan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin untuk mendampingi Anies Baswedan.
Terlebih sebelum pasangan Anies Baswedan dengan Cak Imin resmi dideklarasikan, sosok AHY sudah lebih intens menjalin hubungan.
Baca Juga: Nasdem-PKB Gelar Pertemuan, Bahas Tim Pemenangan Anies-Cak Imin?
Tidak mengherankan jika kemudian ada sebagian kalangan usil mengistilahkan hubungan politik Anies-Cak Imin tak ubahnya cinta satu malam yang berujung pada pernikahan.
Terpilihnya Cak Imin sebagai pendamping Anies, seketika membuat Partai Demokrat menarik dukungan dan membawa perubahan cukup signifikan pada peta politik.
Menurut Anies, dinamika yang berkembang di internal koalisi perubahan tidak ubahnya menemukan jalan keluar di tengah kebuntuan.
Adanya rentang perbedaan yang teramat mencolok di koalisi perubahan membuat Anies memilih untuk berpijak pada keikhlasan.
“Saya pribadi sudah mengikhlaskan saja kalau sudah tidak bisa bertemu kesamaan, karena ada perbedaan yang cukup mendasar,” jelas Anies.
Penentuan waktu diantara partai pengusung, Anies menambahkan merupakan kendala yang menjadi akar permasalahan.
Baca Juga: Anies Baswedan dan Cak Imin Berkunjung ke PKS dalam Upaya Memperkuat Koalisi Perubahan
“Dari Nasdem tidak menolak tetapi tidak mau diputuskan sekarang, opsi AHY ini nanti di ujung, di sisi Demokrat kalo opsinya tinggal AHY kenapa tidak sekarang,” imbuhnya.
Sementara di sisi lain, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki penilaian berbeda dari kedua pandangan yang dimiliki Nasdem dan Demokrat.
Adanya keinginan dari SBY terkait penentuan batas waktu untuk deklarasi, menjadikan koalisi perubahan terikat oleh tenggat.
Baca Juga: Cak Imin Yakin Hubungan PKB-PKS Akan Semakin Kuat: Tak Pernah Politik Identitas
“Pada tanggal 29 hari Selasa mencapai puncak dari ketidak sepakatan itu, jadi pada sore itu terjadi kesepakatan bahwa tidak ada kesepakatan,” terang Anies.
Saat dinamika politik yang terjadi di koalisi perubahan mengalami kemacetan, hal senada juga terjadi pada PKB dengan Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto.
Anies menambahkan, dari pertemuan antara Cak Imin dengan Surya Paloh kemudian tercipta kesepakatan untuk menjadikannya sebagai Cawapres.
Baca Juga: PKS Bangun Chemistry dengan PKB, Beri Lampu Hijau untuk Cak Imin?
Terkait pencalonan, Cak Imin mengungkap salah satu alasannya bersedia untuk menjadi cawapres bagi Anies adalah rumor politik yang sebelumnya sering terdengar.
Namun demikian, Cak Imin yang saat itu masih berada di barisan Partai Gerindra dengan tegas menolak pinangan Nasdem.
Peliknya konstelasi politik yang terjadi antara PKB dengan Gerindra membuat Cak Imin kemudian bersedia mendampingi Anies.
“Saya terpancing karena hanya Bang Paloh-lah yang melontarkan cawapresnya itu NU,” pungkasnya seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis, 14 September 2023 dari Karni Ilyas Club.***

Share this article
Anies Baswedan mengatakan, dari pertemuan antara Cak Imin dengan Surya Paloh kemudian tercipta kesepakatan untuk menjadikannya Cawapres.