AYOJAKARTA.COM - Beberapa waktu lalu, sebelum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mencalonkan diri sebagai Bacawapres, dia pernah menyatakan janji adanya Bahan Bakar Minyak (BBM) gratis dan santunan ibu hamil 6 juta per bulan.
Namun belakangan Cak Imin menilai janji yang disampaikan itu disalah mengerti. Menurutnya ada sejumlah kebingungan terkait interpretasi BBM gratis dan besaran bantuan yang diberikan.
"Cukup banyak kebingungan terjadi sebenarnya. Saya ingin mengklarifikasi ini terkait arah dari subsidi yang dilakukan," kata Cak Imin.
Cak Imin menjelaskan bahwa subsidi BBM harus diarahkan dengan tepat sesuai dengan data yang benar-benar membutuhkan. Ia tidak ingin bantuan subsidi BBM dibagikan secara merata kepada semua orang.
Anies Baswedan dan pasangannya ingin agar para pekerja di sektor transportasi umum mendapatkan alokasi BBM yang lebih besar.
"Kadang-kadang orang dengan penghasilan yang baik juga dapat mengakses dan menggunakan transportasi umum. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar tepat sasaran," ujar Cak Imin.
Baca Juga: Anies Baswedan Kunjungi Cak Imin alias Muhaimin Iskandar di DPP PKB, Bahas Strategi Pemilu 2024?
Lebih lanjut, terkait dengan isu santunan bagi ibu hamil, Cak Imin membenarkan hal tersebut. Ia berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus kepada ibu-ibu hamil guna mencegah stunting.
"Negara harus bertanggung jawab terhadap hal ini. Kita tidak ingin calon generasi bangsa terhambat pertumbuhannya akibat stunting. Inilah yang menjadi fokus perhatian kami," ungkap Cak Imin.
Namun, ia meluruskan perihal jumlah santunan dan cara kerja penyaluran santunan tersebut yang rumornya adalah 6 juta per bulan.
"Ya, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan gizi awal selama kehamilan. Itu adalah prioritas bagi kami. Sebagai bagian dari PKB atau NU, menjaga kualitas keturunan adalah hal utama dalam perjuangan politik kami," tambahnya.
Cak Imin Belum Berhasil Dongkrak Anies Baswedan
Elektabilitas bakal calon presiden Anies Baswedan anjlok setelah mengumumkan menggandeng Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai bakal wakil presidennya.
Hal tersebut terungkap dalam rilis survei yang dilakukan oleh SMRC pada Kamis, 14 September 2023.
Di penjelasan survei yang dibagikan di akun X-nya (twitter), SMRC menulis ini temuan survei terbaru SMRC setelah deklarasi Anies-Cak Imin.
Dalam simulasi tiga pasangan: Anies-Muhaimin mendapatkan dukungan 16,5%; Prabowo-Erick 31,7%; dan Ganjar-Ridwan Kamil 35,4%. Sedangkan sisanya sebanyak 16,4% yang belum jawab.
Baca Juga: Cak Imin Tanggapi Candaan Menteri Agama Yaqut Soal ‘Pilih Pasangan AMIN Bid’ah’
Sebelum berduet dengan Cak Imin, ketika Anies masih didukung oleh Nasdem, PKS, dan Demokrat suara Anies sekitar 20-an %. Persentase itu sama dengan perolehan suara tiga partai pendukungnya.
Jika suara Anies-Muhaimin sekarang sekitar 16 persen, ini mencerminkan kekuatan dua partai.
Prof Saiful Mujani menilai, data ini menunjukkan Anies tidak punya dukungan independen. Pendukungnya adalah pemilih partai pengusung. Anies tidak membawa efek ekor jas.

Share this article
Menurut Cak Imin ada sejumlah kebingungan terkait interpretasi janji BBM gratis dan besaran bantuan yang diberikan.