AYOJAKARTA.COM - Dalam postingannya di X, akun resmi @NasDem menulis "ada yang bisa tebak, siapa yang akan terpilih menjadi kapten timnas pemenangan Amin?"
Ya hingga berita ini ditayangkan pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin atau AMIN belum memilih dan menentukan siapa yang akan menjadi ketua pemenangan mereka.
Sebelumnya sudah ada tiga publik figur yang diminta pasangan AMIN untuk menjadi ketua pemenangan, tapi semuanya menolak.
Baca Juga: Pelamar CPNS 2023 Tembus 700 Ribu, Ini Daftar Instansi dengan Submit Terbanyak
1. Najwa Shihab
Pertama adalah Najwa Shihab yang namanya pernah "dicolek" Cak Imin.
Presenter Narasi TV dan jurnalis senior ini menolak untuk dijadikan ketua pemenangan AMIN dan juga tidak mau jadi bagian dari tim sukses dan partai manapun.
Selain itu, ia menegaskan bahwa selama ini belum pernah ada komunikasi dengan pihak manapun.
Najwa mengatakan, pada pesta demokrasi yang akan berlangsung pada tahun 2024 mendatang, dirinya akan tetap berposisi sebagai bagian dari kekuatan sipil seperti sebelumnya.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Buku Fiksi dan Non Fiksi Bagi Remaja! Wajib Masuk List Nih
2. Ketum PBNU Said Aqil Siradj
Publik figur kedua adalah mantan Ketum PBNU Said Aqil Siradj.
Dia digadang-gadang menjadi ketua tim pemenangan Anies-Muhaimin, namun wacana tersebut dibantah Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Imam Pituduh.
Imam mengatakan hal tersebut tidak benar. Bahkan, ia mengatakan Said Aqil sama sekali tidak pernah melangsungkan pertemuan dalam tujuan politik.
3. Dian Sastro
Publik figur ketiga atau yang terbaru adalah sosok selebritis Dian Sastro.
Informasi Dian Sastro yang diminta menjadi ketua pemenangan AMIN disampaikan Ketua DPP PKB Ahmad Iman Sukri.
Namun melalui manajernya, Wisnu Darmawan, Dian Sastro menolak untuk menjadi Ketua Timses AMIN.
Wisnu mengatakan Dian Sastro sama sekali tak tertarik terjun ke ranah politik dan berusaha menjaga netralitasnya dalam pilihan politik. Selain itu Dian Sastro lebih memilih berkonsentrasi ke karier seniman serta akademisi.
Baca Juga: Anies Baswedan Ingin Pemerintah Transparan Mengenai PSN
Elektabilitas AMIN Mandek
Sementara pasangan AMIN mencari sosok ketua pemenangannya, elektabilitas mereka di Jawa Timur Jatim tidak mengalami perubahan signifikan usai deklarasi di Surabaya pada 2 September 2023.
Hal itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan lembaga survei Indikator dan SMRC.
Menurut Indikator, pasangan AMIN atau Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar bukan pilihan utama warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim.
Dalam survei yang dilakukan periode 14-20 September 2023, capres yang lebih didukung oleh organisasi NU adalah Ganjar 26,9 persen, disusul Prabowo 21,7 persen, dan Anies 16,9 persen dan tidak memberikan jawaban 33,5 persen.
Baca Juga: Tantang Anies Baswedan Buktikan Soal PSN Titipan, Ganjar Pranowo: Buka Saja, Jangan Spekulasi
Sedangkan siapa cawapres yang lebih didukung oleh organisasi NU. Hasilnya Khofifah 24,1 persen; Erick 15,1 persen; Muhaimin 10,8 persen, dan tidak menjawab 34,3 persen.
Dalam survei nasional tatap muka yang dilakukan SMRC pada 2-11 September 2023, menunjukkan bahwa Cak Imin belum berhasil mendongkrak elektabilitas Anies Baswedan setelah deklarasi.
Elektabilitas Anies hanya naik 0,2 persen menjadi 14,2 persen, jauh di bawah Ganjar Pranowo (44%) dan Prabowo Subianto (23%).
Peneliti SMRC, Saiful Mujani, mengatakan bahwa hasil survei ini menunjukkan bahwa deklarasi AMIN di Surabaya belum memberikan efek elektoral yang signifikan bagi Anies Baswedan.

Share this article
3 publik figur itu ialah Najwa Shihab, Ketum PBNU Said Aqil Siradj hingga DIan Sastro ramai disebut jadi ketua pemenangan pasangan AMIN