AYOJAKARTA.COM – Salah satu lembaga survei terhadap elektabilitas para kandidat capres di Pilpres kembali mengumumkan hasil terbaru.
Lembaga survei yang mengumumkan elektabilitas terbaru dari para capres tersebut adalah Poltracking Indonesia.
Sebagai informasi, lembaga survei Poltracking Indonesia kembali mengadakan survei pada tanggal 25 September hingga 1 Oktober 2023 kemarin.
Dari hasil survei tersebut, Poltracking Indonesia menuturkan hasil jika elektabilitas capres Prabowo dan Ganjar bersaing sangat kompetitif di wilayah Jawa Timur.
“Dengan margin of error 3,1 persen, siapa yang unggul di Jatim per period hari ini masih kompetitif meski secara angka Prabowo Subianto sedikit unggul dari Ganjar,” terang Arya Budi selaku Direktur Riset Poltracking Indonesia dikutip dari Republika.co.id pada Rabu (11/10/23).
“Kita memang belum bisa memutuskan karena margin bisa naik turun,” lanjutnya.
Lantas bagaimanakah dengan elektabilitas dari bakal capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan yakni Anies Baswedan?
Baca Juga: Trisha Eungelica Putri Sulung Ferdy Sambo Dapat Kiriman Surat dari Putri Candrawathi, Apa Isinya?
Sebagaimana diketahui, elektabilitas dari bakal capres Anies Baswedan kerap berada di urutan paling bontot selama ini.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihak Poltracking Indonesia, ditunjukkan hasil bahwa elektabilitas Anies Baswedan sebanyak 13,6 persen.
Tentunya angka tersebut cukup jauh jika dibandingkan dengan elektabilitas dari kedua capres lain yakni Prabowo dan Ganjar.
Meski begitu, Arya Budi menerangkan jika elektabilitas ketiga para capres sebenarnya sempat mengalami kenaikan tepatnya pada Juni menuju September 2023 kemarin.
Tak terkecuali Anies Baswedan, yang juga cukup terkatrol elektabilitasnya usai deklarasi Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapresnya meski tidak terlalu signifikan.
Dimana sejak deklarasi tersebut elektabilitas Anies Baswedan sempat naik 4,3 persen dari 9,3 persen ke 13,6 persen.
“Kita ingat di awal September adda deklarasi Anies Muhaimin tetapi ternyata tidak cukup mengatrol mengangkat Anies di Jatim,” tutur Arya Budi.
“Perbedaan pergerakan angka tingkat keterpilihan ini dari Juni ke September ini ada posisi yang sedikit berubah antara Prabowo dan Ganjar, kalau Anies tertinggal jauh,” imbuhnya.
Dengan keseluruhan hasil survei dari Poltracking Indonesia tersebut, maka didapatkan hasil bahwa di wilayah Jawa Timur, elektabilitas Anies Baswedan masih berada di posisi paling bawah.***

Share this article
Dari hasil survei tersebut, Poltracking Indonesia menuturkan hasil jika elektabilitas capres Prabowo dan Ganjar bersaing sangat kompetitif