AYOJAKARTA.COM – Seperti diketahui, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin memberikan dukungannya kepada kubu Koalisi Perubahan, yaitu pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Adapun beberapa waktu lalu, Din Syamsuddin mengadakan pertemuan bersama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin dan beberapa kader PKB lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Din Syamsuddin dan cawapres Muhaimin Iskandar membahas terkait sosok pemimpin muda. Menurutnya, sosok pemimpin yang terlalu muda akan minim pengalaman dan justru akan berbahaya bagi Indonesia.
Din Syamsuddin sebelumnya juga memuji figur pasangan capres dan cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang juga tergolong masih muda, namun keduanya memiliki banyak pengalaman dalam berorganisasi.
"Saya pribadi karena keduanya bisa dianggap sebagai tokoh muda atau aktivis organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, Jadi belum tua, rambutnya saja masih hitam," kata Din Syamsuddin.
Dikutip ayojakarta.com dari suara.com, Din Syamsuddin menyampaikan kalau Indonesia membutuhkan figur pemimpin muda, namun bukan berarti pemimpin yang terlalu muda karena menurut dirinya akan berbahaya bagi bangsa.
Baca Juga: Pengamat Politik: Pola Komunikasi Prabowo Subianto Lebih Cair dan Menguntungkan di Pilpres 2024
Selain itu, Din Syamsuddin juga menyinggung terkait figur pemimpin juga tidak boleh terlalu tua, karena nanti dapat berpotensi akan pikun atau lupa ingatan.
"Yang terlalu muda, apalagi minim pengalaman, justru berbahaya. Tapi tidak terlalu tua, sangat manusiawi dan alami kalau terlalu tua ini suka pikun, suka lupa," lanjut Din Syamsuddin.
"Jangan-jangan lupa nanti Pancasila. Tapi juga jangan terlalu muda, karena jam terbang kepemimpinan itu penting," lanjutnya.
Selain menyinggung terkait kubu sebelah, Din Syamsuddin memuji dan menilai pasangan AMIN ini merupakan calon yang pas untuk masa depan, apalagi Din Syamsuddin menilai keduanya merupakan bentuk koalisi dari dua organisasi masyarakat Islam besar di Indonesia.
Hal tersebut dikarenakan, Anies Baswedan disebut bisa dibilang sebagai warga dari Muhammadiyah, dan Cak Imin adalah tokoh dari Nahdlatul Ulama atau NU.
"Saya ditanya 'Kapan terjadi indonesia dipimpin tokoh NU dan Muhammadiyah?' Saya jawab begini, Cak Imin itu tokoh NU, Mas Anies bisa lah dianggap dari Muhammadiyah," imbuh Din Syamsuddin.
Baca Juga: Survei dengan Anies Baswedan Selalu Paling Rendah, Cak Imin Pede Menang Putaran Pertama di Pilpres
"Ini sudah terjadi koalisi Muhammadiyah dan NU," lanjut Din Syamsuddin.
Namun, walaupun Din Syamsuddin mengatakan dua ormas Islam tersebut, tidak menutup kemungkinan peluang untuk tokoh agama lain untuk dapat memberikan dukungan.
Kemudian Din Syamsuddin juga mengungkapkan bahwa ormas Muhammadiyah dan NU memiliki jasa yang besar bagi Indonesia.

Share this article
Din Syamsuddin: Pemimpin muda minim pengalaman berbahaya, Kritik terhadap pemimpin yang kurang berpengalaman dalam konteks Indonesia.