AYOJAKARTA.COM – Metode Wolbachia merupakan terobosan baru dari organisasi World Mosquito Program (WMP), yang telah di implementasikan di beberapa negara sejak tahun 2011 yang lalu.
Wolbachia merupakan bakteri alami yang terdapat di 50 persen serangga yang ada dibumi, dan dinyatakan aman untuk manusia, hewan, dan lingkungan di sekitarnya.
Dengan adanya Wolbachia dianggap mampu menghambat replikasi virus dengue yang terdapat pada tubuh nyamuk.
Pada pertengahan November 2023 ini, penerapan metode Wolbachia akan memasuki penyebaran masa awal telur nyamuk ber Wolbachia, di Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng.
Beberapa perwakilan masyarakat di daerah Denpasar telah menyatakan kesediaannya untuk ikut berpartisipasi, untuk menjadi Orang Tua Asuh (OTA) wadah telur nyamuk ber Wolbachia.
Baca Juga: Piala Dunia U-17 Sepi Penonton, Waketum PSSI Evaluasi 4 Hal Ini!
Sementara itu, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah, menyerukan penolakan atas penyebaran nyamuk Wolbachia di Indonesia.
Sebab, menurutnya penyebaran Wolbachia ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan, dan bisa menimbulkan adanya penyakit baru di masyarakat.
Siti Fadilah pun menyatakan dengan tegas, bahwa tindakan ini bersifat percobaan yang menggunakan masyarakat sebagai percobaannya.
Sama halnya dengan Siti Fadilah, Gerakan Sehat untuk Indonesia pun mengaku prihatin dengan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah ini.
Gerakan Sehat untuk Indonesia, mengingatkan kepada pemerintah untuk segera menghentikan rencana pelepasan 200 nyamuk Wolbachia di Bali, dan beberapa kota yang lainnya.
Disisi lain, Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, menjelaskan program ini dapat membawa resiko yang cukup parah. Khususnya pada kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Share this article
Dengan adanya Wolbachia dianggap mampu menghambat replikasi virus dengue yang terdapat pada tubuh nyamuk. Benarkah?