AYOJAKARTA.COM – Setelah berulangkali mangkir dari panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Ketua KPK Firli Bahuri pada 14 November 2023 lalu hadir memenuhi panggilan.
Meski hadir dan memberikan keterangan kepada penyidik, Ketua KPK Firli Bahuri justru menghindari pertanyaan para wartawan.
Adanya gelagat mencurigakan yang diperlihatkan Ketua KPK Firli Bahuri, dianggap sebagai bentuk menelanjangi kehormatan lembaga KPK.
Baca Juga: Sambangi Bareskrim Polri, Dewas KPK Bahas Soal Pelanggaran Etik Firli Bahuri?
Perilaku Firli Bahuri yang terkesan tidak biasa tersebut mendapat sorotan dari sejumlah kalangan, termasuk mantan Penyidik KPK Novel Baswedan.
Menurut Novel Baswedan, perilaku yang ditunjukan oleh Firli Bahuri terkait kasus dugaan tindak pemerasan bukanlah hal baru.
Novel berpendapat, kejanggalan dengan perilaku Firli Bahuri sudah diketahuinya sebelum resmi menjabat sebagai Ketua KPK.
Baca Juga: Hoax: Beredar Daftar Reshuffle, Mensos Tri Rismaharini Diganti AHY, Mahfud MD Diganti Hadi Tjahjanto
Meski pemimpin KPK sebelumnya telah memberikan surat kepada DPR terkait masalah Firli Bahuri, namun hal tersebut tidak menghalangi penunjukannya sebagai Ketua KPK.
“Yang bersangkutan punya masalah di KPK, tapi saya nggak tahu kenapa kok DPR tidak tahu surat dari pimpinan KPK saat itu,” ungkap Novel.
Sehubungan dengan kinerja yang sering ditunjukkan Firli, Novel juga masih mengingat sejumlah kejanggalan.
Setiap kali petugas KPK yang berkaitan dengan bidang penyelidikan atau investigasi tengah menyampaikan informasi, Firli sering membuat dokumentasi tersendiri.
Baca Juga: Partai Buruh Kecam Kenaikan UMP DKI Jakarta yang Hanya 3,6 Persen: Otakmu di Mana Gubernur
“Foto itu kan aneh, kenapa dokumen penting difoto, untuk apa kepentingannya?” ujar Novel Baswedan yang sempat menyisakan penasaran.
Rasa penasaran Novel tersebut kemudian terjawab dengan adanya hasil foto Firli Bahuri yang ditemukan di tempat lain.
Dengan mengacu pada fakta empiris tersebut, Novel Baswedan meyakini bahwa Firli Bahuri juga melakukan pembocoran rahasia.
“Artinya, kuat dugaan bahwa yang bersangkutan itu membocorkan, dan membocorkan itu biasanya ada harganya,” jelas Novel.
Keberanian Firli dalam bertindak, seperti mangkir dari pemanggilan penyidik atau berhadapan dengan Dewas KPK, menandakan adanya kejanggalan.
Selain itu, Novel berpandangan bahwa selain memiliki integritas yang kurang sesuai, Ketua KPK juga mendapat dukungan dari pihak luar.
Namun demikian, Novel Baswedan enggan untuk menyebut siapa pihak luar yang selama ini memberi sokongan kepada Firli.
“Saya yakin perbuatan Firli ini didukung oleh kekuatan lain diluar KPK, kekuatan lain itu apa tentunya nanti waktu yang menjawab,” imbuhnya.
Baca Juga: 4 Fakta Ghisca Debora, Penipu Tiket Coldplay yang Raup Keuntungan Rp 15 Miliar
Karena itu Novel Baswedan berharap agar kehormatan KPK bisa dipulihkan, maka peran Presiden bisa segera dilibatkan.
“Semoga Pak Presiden mau melihat ini sebagai masalah penting dan strategis,” pungkas Novel dikutip Ayojakarta pada Rabu, 22 November 2023 dari Kompas TV. ***

Share this article
Novel Baswedan, mantan penyidik KPK, ungkap kejanggalan terkait Firli Bahuri. Dukungan dari luar KPK juga menjadi sorotan.