AYOJAKARTA.COM – Cawapres dari Koalisi PDIP, Mahfud MD menyebutkan kalau tindak pidana korupsi di Indonesia memiliki latar belakang pendidikan lulusan Perguruan Tinggi (PT).
Hal tersebut diungkapkan calon wakil presiden RI nomor urut 3 saat menghadiri acara seminar kebangsaan di Kampus Universitas Buddhi Dharma, Tangerang.
Mahfud MD mengungkapkan kalau dirinya memiliki data di mana 84 persen koruptor di Indonesia adalah lulusan perguruan tinggi.
Diketahui memang korupsi tersebut merupakan tindakan kejahatan yang paling berbahaya yang ada di Indonesia.
Selaku orang yang merupakan lulusan perguruan tinggi, maka tidak seharusnya melakukan tindakan korupsi, lantas Mahfud MD juga heran, padahal mereka tersebut bersekolah, namun moralnya malah bejat.
"Saya punya catatan yang masih saya ingat. Korupsi itu kejahatan paling berbahaya. Tapi saudara, lebih dari 84 persen koruptor di Indonesia itu adalah lulusan perguruan tinggi. Lebih dari 84 persen. Itu lulusan PT. Orang-orang sekolah ini kok, moralnya bejat. Nggak punya rasa untuk berbagi ke saudara-saudaranya. Harta rakyat dikorupsi," ucap Mahfud MD, dikutip dari Suara.com,Kamis, 30 November 2023.
Mahfud MD mengungkapkan kalau dulunya mendengar data yang disampaikan malah merasa kaget.
"Dulu orang kaget, pak, apa betul lulusan perguruan tinggi itu 84 persen korupsi. Bukan, korupsi itu 84 persen lebih lulusan perguruan tinggi. Orang yang sekarang dipidana korupsi itu, jumlahnya kira-kira 1.250 orang, sudah dihukum. Nah 84, persen dari sini, jadi kira-kira 950 orang, itu lulusan PT," jelas Mahfud MD.
Baca Juga: TPN Ganjar Mahfud Buka Sumbangan Dana Kampanye, Warga Bebas Donasi Mulai Rp10 Ribu
Walaupun sudah menjelaskan data, namun Mahfud MD mengungkapkan kalau kondisi lulusan Perguruan Tinggi masih terbilang baik-baik saja. Pasalnya angka lulusan Perguruan Tinggi yang melakukan korupsi di Indonesia lebih lebih sedikit.
"Jadi, PT itu ... mau ada yang nakal sebagian kecil yang kebetulan menempati posisi penting di negeri ini, maka itu sesuatu yang sulit dihindari. Tapi arus besar produk perguruan tinggi itu harus yang baik. Itu sebabnya, ya jumlahnya segitu," ungkap Mahfud MD.
Pernyataan Mahfud MD terkait lulusan Perguruan Tinggi yang melakukan korupsi di Indonesia lebih sedikit, dikarenakan jika dilihat dari angka koruptor memang 84 persen.
Namun jika dilihat dari lulusan Perguruan Tinggi hal tersebut sangat kecil, dikarenakan tidak sampai 1 persen.
"Kalau dilihat dari angka koruptor aja 84 persen besar. Tapi kalau dilihat dari lulusan PT kecil, 0,0 berapa persen. Artinya masih oke. Oleh karena itu, teruslah berkhidmat pada kelangsungan NKRI," lanjut Mahfud MD.***

Share this article
Mahfud MD menyebutkan kalau tindak pidana korupsi di Indonesia memiliki latar belakang pendidikan lulusan Perguruan Tinggi (PT).