AYOJAKARTA.COM – KSPN (Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara) beberapa waktu lalu melakukan audiensi dengan salah satu calon presiden (capres), yakni Prabowo Subianto.
Ristadi selaku Presiden KSPN menyebutkan kalau dalam pertemuan dengan Prabowo Subianto, pihaknya membahas terkait nasib buruh bangsa Indonesia.
“Kami berdiskusi soal kebangsaan, lebih khusus soal bagaimana cara pandang kami masing-masing memandang dunia industri dan ketenagakerjaan,” sebut Ristadi, dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com, Jumat, 1 Desember 2023.
Dalam pertemuan tersebut, Ristadi menyebutkan ada beberapa poin yang mana antara pihaknya dengan Prabowo Subianto memiliki kesamaan pandangan dalam dunia industri dan ketenagakerjaan.
Baca Juga: TKN Sebut Istilah 'Gemoy' untuk Prabowo Subianto Bukan Hal Buruk, melainkan Anugerah
Disebutkan ada enam poin yang mana pihak KSPN ingin wujudkan jika Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2024.
Adapun yang pertama yakni tentang banyaknya buruh di Indonesia yang telah kehilangan pekerjaan yang diakibatkan PHK, apa lagi yang bekerja di sektor tekstil. Sehingga menurut KSPN perlu adanya perluasan lapangan pekerjaan bagi buruh yang terkena PHK.
“Kedepan perluasan lapangan pekerjaan harus terus digalakkan untuk merekrut teman-teman yang sudah kita data. Itu pun teman-teman angkatan kerja baru supaya bisa masuk mendapatkan pekerjaan, itu yang pertama,” ungkap Ristadi.
Selanjutnya, bagi yang terkena PHK di usia paruh baya, maka Ristadi meminta untuk diberikan modal usaha.
Nantinya orang yang terkena PHK di usia 50 tahun, maka mereka dapat membuka usaha dan mengurangi pekerja serabutan.
“Uang pesangonnya tidak cukup kemudian usahanya serabutan. Nah beliau kemudian menyampaikan memang itu ada dalam visi misi beliau sebagai capres,” ucap Ristadi.
Kemudian, pihak KSPN juga meminta kesetaraan upah minimum untuk para buruh, hal tersebut dikarenakan masih ada ketimpangan upah minimum buruh dalam setiap daerah.
Ristadi memberikan contoh upah minimum wilayah Karawang dan Banjar, kedua wilayah tersebut berada di Jawa Barat, namun untuk upah minimum kedua wilayah tersebut mengalami perbedaan yang cukup jauh.
Baca Juga: TKN Beberkan Alasan Prabowo-Gibran Tidak Ambil Cuti di Hari Pertama Kampanye
“Kerja di Karawang dia diupah Rp5 juta. Dia kerja di Banjar, dia diupah hanya Rp2 juta,” jelas Ristadi.
Poin selanjutnya, Ristadi meminta agar pembangunan rumah sakit untuk para buruh, dikarenakan banyak buruh yang mengalami sakit atau kecelakaan kerja.
Hal tersebut diminta lantaran jauhnya rumah sakit dari wilayah industri, sehingga ada beberapa buruh yang meninggal akibat tidak tertolong.
Kemudian ada juga permintaan subsidi rumah, banyak juga para buruh yang tidak memiliki tempat tinggal yang layak saat ini.
Baca Juga: Kampanye di Akhir Pekan, Prabowo Subianto Sasar Wilayah Surabaya dan Jawa Barat
Poin terakhir, Rustadi meminta diadakannya koperasi buruh, yang mana banyak buruh yang terjebak dengan pinjaman online atau rentenir lantaran karena sangat membutuhkan uang dengan cepat.***

Share this article
Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara beberapa waktu lalu melakukan audiensi dengan salah satu calon presiden Prabowo Subianto.