AYOJAKARTA.COM - Basarnas memberikan informasi terkini soal kondisi pendaki yang terjebak ketika Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi.
Kepala Basarnas Padang, Abdul Malik menyebut pihaknya mendata ada sekitar 75 pendaki yang berada di sekitar Gunung Marapi saat erupsi.
“Jumlah survivor saat ini sudah mencapai 75 orang yang sudah terdaya di posko,” kata Abdul Malik seperti yang dikutip dari akun Instagram @memomedsos.
Data tersebut dikumpulkan hingga pukul 07.10 pagi ini, dari jumlah itu 49 orang pendaki dilaporkan telah dievakuasi.
“49 sudah terevakuasi dengan selamat, sebagian sudah kembali ke rumah, sebagian di dua rumah sakit yaitu di Padang Panjang dan Bukittinggi,” ucapnya.
Tim gabungan yang mencari pendaki lainnya menemukan tiga orang dalam kondisi selamat dan sebelas lainnya dalam kondisi meninggal dunia.
“Tim gabungan sudah berhasil menemukan tiga orang selamat, dan sebelas orang dalam keadaan mike delta (meninggal dunia),” tuturnya.
“Dan saat ini lagi proses evakuasi dari puncak ke bawah,” pungkasnya.
Sementara itu, dikutip dari laman bnpd, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut Gunung Marapi di Sumbar berstatus waspada atau level II.
Hal itu karena gejala peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang dapat terjadi erupsi bersifat eksplosif ini sudah berlangsung sejak Januari 2023 lalu.
Sebelumnya, dari hasil analisis dan evaluasi yang menyeluruh hingga 16 November 2023 kemarin, tingkat aktivitas Gujung Marapi masih tetap pada Level Il atau waspada dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.
Masyarakat atau pengunjung sekitar Gunung Marapi, dihimbau untuk tidak diperbolehkan melakukan kegiatan pada radius 3 km dari kawah/puncak.
Masyarakat juga dihimbau untuk tetap tenang dan tidak muda percaya dengan isu/kabar yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.***

Share this article
Basarnas memberikan informasi terkini soal kondisi pendaki yang terjebak ketika Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi.