AYOJAKARTA.COM – Jagad media sosial tengah dihebohkan aksi dugaan pengusiran terhadap etnis Rohingnya di Sabang, Aceh.
Tersebar video yang menampilkan emak-emak warga Sabang, Aceh diduga memaksa pengungsi untuk keluar dari desanya.
Video emak-emak yang turun tangan mengusir pengungsi Rohingnya ini viral dan banyak diunggah di berbagai sosial media, salah satunya Instagram @kepoin_trending.
“Ayo ibu came on ibu,” ujar salah satu ibu-ibu warga Sabang, Aceh kepada para pengungsi Rohingnya dikutip Ayojakarta.com dari Instagram @kepoin_trending, Rabu (6/12/2023).
Karena keterbatasan bahasa yang berbeda dengan pengungsi Rohingnya, membuat emak-emak di Sabang, Aceh berteriak untuk memindahkan para pengungsi dari desa mereka.
Tampak juga dalam video, ada dua orang wanita dewasa yang diduga memaksa pengungsi Rohingnya untuk keluar dari desanya hingga terjadi tarik-menarik.
Sejumlah warga pun membongkar tenda pengungsian yang ada di Desa Balohan, Sabang.
Mereka meminta agar para pengungsi Rohingnya pindah ke sebelah kantor Wali Kota Sabang.
Diketahui bahwa sejumlah 139 pengungsi Rohingnya kembali mendarat di di pesisir pantai Kota Sabang pada Sabtu (2/12/2023).
Bukannya mendapat sambutan, kedatangan mereka justru mendapatkan penolakan keras dari warga setempat.
Warga Desa Imeuli, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh diinformasikan hanya menerima para pengungsi setempat selama 12 jam atau dari pagi hingga sore hari saja.
Setelah waktunya habis, warga setempat mengharapkan pemerintah Indonesia atau aparat yang berwenang mengevakuasi dan memindahkan para pengungsi Rohingnya dari desa mereka.
Dofa Fadli selaku Kepala Desa Imauli mengatakan bahwa pihak desa dan masyarakat secara tegas menolak keras kedatangan pengungsi Rohingnya di wilayahnya.
Ia berharap agar pemerintah maupun aparat setempat segera memindahkan para pengungsi tersebut keluar dari wilayah Kota Sabang.
“Kami menolak kerasa atas kedatangan pengungsi Rohingnya ke wilayah. Besar harapan kami pihak berwenang akan segera mengevakuasi seluruh pengungsi Rohingnya keluar dari wilayah kerja kami, secara umumnya wilayah Kota Sabang,” kata Dofa Fadli.
Sementara itu Menko Polhukam Mahfud MD buka suara terkait kedatangan pengungsi Rohingnya di wilayah Aceh.
Baca Juga: Muncul Rekaman Suara Mencurigakan Diduga Ayah Mirna dan Jaksa Shandy Bahas Soal Rangga
Mahfud MD mengatakan bahwa negara lain seperti Malaysia, Australia hingga Singapura telah menutup akses terhadap pengungsi Rohingnya.
Ia menyebut hal itulah yang membuat pengungsi Rohingnya memilih Indonesia sebagai tempat tujuan.
Menko Polhukam mengatakan bahwa saat ini sudah ada 1.478 pengungsi Rohingnya di Aceh dan warga lokal mengeluh pengungsi yang jumlahnya semakin bertambah.
“Jumlahnya sekarang sudah 1.478 orang dan orang-orang lokal, orang Aceh, orang Sumatera Utara, Riau, itu sudah keberatan ditambah terus,” ujarnya.
Untuk saat ini, Mahfud MD mengaku tengah mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan pengungsi Rohingnya dengan mempertimbangkan kemanusiaan dan kebutuhan domestik.***

Share this article
Video emak-emak di Sabang Aceh yang mengusir hingga membongkar tenda pengungsi Rohingnya viral di medsos.