Hadir di Dialog Cawapres, Begini Solusi Cak Imin dan Mahfud MD Soal Banyaknya Angka Pengangguran

Dialog Cawapres 2024 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) vs Mahfud MD
Dialog Cawapres 2024 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) vs Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM - Calon wakil presiden nomor urut satu, Muhaimin Iskandar atau Cak dan calon wakil presiden nomor urut tiga, Mahfud MD baru saja menghadiri dialog cawapres di salah satu stasiun televisi yakni TVONE.

Acara dialog cawapres yang bertemakan 'Mencuri Hati' Kawula Muda ini selain dihadiri Cak Imin dan Mahfud MD juga dihadiri para anak muda mahasiswa dari berbagai universitas ternama di Indonesia.

Dalam dialog cawapres tersebut, para mahasiswa satu berbagai universitas mencoba bertanya soal beragam masalah yang mereka rasakan khususnya di Indonesia kepada Cak Imin dan Mahfud MD.

Baca Juga: Cak Imin dan Mahfud MD Ingin Dinilai sebagai Sosok Ini di Mata Pemilih Muda

Para mahasiswa pun menanti gagasan-gagasan apa saja yang akan diberikan oleh kedua cawapres tersebut demi saat nantinya bisa menjabat menjadi orang nomor dua di Indonesia.

Berbagai pertanyaan dilontarkan secara bergantian oleh para mahasiswa dan salah satunya oleh seorang mahasiswa dari Universitas Padjajaran.

Mahasiswa bernama M. Haikal Febriansyah yang merupakan Ketua BEM Universitas Padjajaran bertanya kepada kedua cawapres soal angka pengangguran dari generasi anak muda yang mana semakin hari semakin meningkat.

Baca Juga: Raffi Ahmad Sebut Sebagian Gen Z Apatis terhadap Politik, Ini Jawaban Mahfud MD dan Cak Imin

Serta tidak adanya lapangan pekerjaan di desa sehingga mereka yang berasal dari desa tidak bisa kembali ke desanya, melainkan tetap berada di kota padahal kondisi di kota pun sama, sangat kurang akan lapangan pekerjaan.

"Kita sebagai anak-anak muda banyak yang sandwich generation, anak muda hari ini banyak yang bingung mau kerja apa. Angka pengangguran tiap angkatan kerjanya terus bertambah, tapi yang menarik adalah banyak anak muda yang SMAnya di desa, pergi merantau kuliah di kota tapi dia gak bisa balik ke desa," ujar Haikal seperti dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Kamis (7/12/2023).

Haikal menyampaikan bahwa kendala ketika kembali ke desa, apa-apa saja menjadi mahal dan tidak sebanding dengan hasil.

Baca Juga: Dialog Cawapres dengan Panelis Raffi Ahmad Digelar Malam Ini: Cak Imin dan Mahfud MD Hadir, Gibran Absen

"Karena ketika dia mau memajukan desanya, harga pupuk mahal, beli pelet ikan mahal, ataupun bahkan hutan-hutan disekitar rumahnya sudah ditebang," ucap Haikal.

"Akhirnya mereka kembali merantau ke kota, tetapi di kota lapangan pekerjaan tidak pernah meningkat sebanding dengan angka pengangguran yang terus bertambah," tambahnya.

Haikal pun meminta solusi dari Cak Imin dan juga Mahfud MD terkait masalah yang ia sampaikan.

"Maka komitmen Bapak berdua yang hadir di hari ini dan langkah apa yang ingin Bapak tawarkan agar anak muda punya kepastian masa depan punya kepastian pekerjaan untuk Indonesia pasti yang katanya di 2045," tanyanya.

Solusi Mahfud MD

Cawapres nomor urut tiga mendapatkan giliran menjawab pertama dari pertanyaan mahasiswa tersebut.

Baca Juga: Akan Berakhir di 2027, Cak Imin Pastikan AMIN Komitmen Perpanjang Dana Otsus Aceh

Dikatakan Mahfud, dirinya pernah mengalami hal serupa dimana ia yang berasal dari desa harus merantau ke kota karena kurangnya lapangan pekerjaan di desa.

Dengan adanya kondisi demikian, Mahfud menyebut bahwa ia sudah memiliki program dengan melakukan pemerataan pendidikan di desa-desa nantinya.

"Oleh sebab itu kita punya program untuk pendidikan di pedesaan dimajukan lebih diratakan bahkan kalau sejauh menyangkut pendidikan, kita malah akan membangun disitu tempat-tempat pelatihan," jelas Mahfud.

Baca Juga: Di Depan Pendukungnya Garda Matahari, Anies-Cak Imin Singgung Soal Ketidakadilan

Kemudian istilah membangun dari pinggiran yang selama ini dipakai, dikatakan Mahfud itu akan dilanjutkan.

Selain itu fokus pada pendidikan, pembangunan desa juga difokuskan pada penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat seperti puskesmas.

"Bahkan pelayanan kesehatan kita juga sudah memprogramkan agar orang desa tidak selalu terancam oleh penyakit dan tidak mampu berobat, kita akan membangun satu desa satu puskesmas dan satu tenaga kesehatan," terangnya.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Siap Hadapi Mahfud MD dan Cak Imin, Ngaku Telah Tampung Masukan dari Gen Z hingga Milenial

Solusi Cak Imin

Kemudian, gagasan selanjutnya diutarakan oleh Cak Imin, cawapres nomor urut satu pasangan Anies Baswedan.

Menurut Cak Imin, desa memiliki potensi yang besar yang mana salah satunya pertanian.

"Desa ini keliatannya dahsyat karena penduduknya besar potensinya besar. Salah satu yang paling pokok adalah pertanian," ujar Cak Imin.

Namun sayangnya, pertanian di desa masih memiliki banyak kendala yang sangat tidak menguntungkan petani.

Baca Juga: Cak Imin Janjikan Modal Rp10 Juta Tanpa Agunan Jika AMIN Menang Pilpres 2024

"Pertanian problemnya masih klasik, petani dengan keterbatasan lahan, petani dengan ketidakmampuan mengakses permodalan yang bersih yang tidak memberatkan. Petani yang tidak mampu mengendalikan pasar yang dikuasai oleh tengkulak dan ketidakadaan pupuk," jelas Ketua Umum PKB ini.

Ia pun kemudian menjanjikan jika nantinya dirinya dan Anies terpilih, maka hal pertama yang akan dilakukan adalah menyelesaikan masalah pupuk yang menjadi salah satu kendala di pertanian Indonesia.

"Dan satu-satunya cara begitu saya sama mas Anies menang, terpilih lantik, pertama kali yang kita lakukan adalah mendatangi mendatangi pabrik pupuk," ujar Cak Imin.

Baca Juga: Grace Natalie PSI Sebut Tim Anies Baswedan-Cak Imin yang Pertama Usulkan Debat Cawapres Dihilangkan

"Supaya terus kita cek kebutuhan pupuk dan produksi pupuk dalam negeri memenuhi target," lanjutnya.

Selain itu, menurut Cak Imin masalah kedua yang dihadapi di Indonesia adalah soal keadaan pangan yang sangat bergantung pada impor dari negara lain.

"Yang kedua kita punya keadaan pangan kita ngeri, bahaya ini, kita impor lha nanti kalau negara yang lain gak mau impor bagaimana nasib pangan kita. Mau tidak mau harus ada proyek besar yang ditangani pemerintah sebagai proyek kemandirian pangan," katanya.

Baca Juga: Anies Baswedan-Cak Imin Ngaku Kaget Soal Format Debat Cawapres, Dradjad Ungkap Hal Mengejutkan: Usulannya Kan dari Tim Mereka

Cak Imin kemudian menyampaikan bahwa targetnya adalah dengan membuat petani untung.

Karena kalau petani untung maka petani fokus dengan tugasnya berproduksi yang difasilitasi pupuk yang memadai.

"Kemudian soal offtaker hasil pertanian itu urusannya pemerintah, kita bisa fungsikan Bulog, berdayakan BUMN untuk menjadi bagian dari offtaker untuk membangun ekosistem," imbuhnya.

Ia juga menerangkan bahwa dengan kondisi petani yang untung, maka banyak anak muda yang nantinya tertarik kembali ke desa dan menjadi petani.

"Kalau pertanian untung, dan problem pertanian kita sekarang adalah tenaga kerja, bayangkan orang cari kerja tapi pertanian kekurangan tenaga kerja, karena memang gak untung. Kita bikin untung petani maka kaum muda akan menjadi bisnisman agroindustri," jelasnya lagi.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Cak Imin
# mahasiswi
# Mahfud MD
# pengangguran

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.