AYOJAKARTA.COM - Calon wakil presiden nomor urut satu, Muhaimin Iskandar atau Cak dan calon wakil presiden nomor urut tiga, Mahfud MD baru saja menghadiri dialog cawapres di salah satu stasiun televisi yakni TVONE.
Acara dialog cawapres yang bertemakan 'Mencuri Hati' Kawula Muda ini selain dihadiri Cak Imin dan Mahfud MD juga dihadiri para anak muda mahasiswa dari berbagai universitas ternama di Indonesia.
Dalam dialog cawapres tersebut, para mahasiswa satu berbagai universitas mencoba bertanya soal beragam masalah yang mereka rasakan khususnya di Indonesia kepada Cak Imin dan Mahfud MD.
Baca Juga: Cak Imin dan Mahfud MD Ingin Dinilai sebagai Sosok Ini di Mata Pemilih Muda
Para mahasiswa pun menanti gagasan-gagasan apa saja yang akan diberikan oleh kedua cawapres tersebut demi saat nantinya bisa menjabat menjadi orang nomor dua di Indonesia.
Berbagai pertanyaan dilontarkan secara bergantian oleh para mahasiswa dan salah satunya oleh seorang mahasiswa dari Universitas Padjajaran.
Mahasiswa bernama M. Haikal Febriansyah yang merupakan Ketua BEM Universitas Padjajaran bertanya kepada kedua cawapres soal angka pengangguran dari generasi anak muda yang mana semakin hari semakin meningkat.
Baca Juga: Raffi Ahmad Sebut Sebagian Gen Z Apatis terhadap Politik, Ini Jawaban Mahfud MD dan Cak Imin
Serta tidak adanya lapangan pekerjaan di desa sehingga mereka yang berasal dari desa tidak bisa kembali ke desanya, melainkan tetap berada di kota padahal kondisi di kota pun sama, sangat kurang akan lapangan pekerjaan.
"Kita sebagai anak-anak muda banyak yang sandwich generation, anak muda hari ini banyak yang bingung mau kerja apa. Angka pengangguran tiap angkatan kerjanya terus bertambah, tapi yang menarik adalah banyak anak muda yang SMAnya di desa, pergi merantau kuliah di kota tapi dia gak bisa balik ke desa," ujar Haikal seperti dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Kamis (7/12/2023).
Haikal menyampaikan bahwa kendala ketika kembali ke desa, apa-apa saja menjadi mahal dan tidak sebanding dengan hasil.
"Karena ketika dia mau memajukan desanya, harga pupuk mahal, beli pelet ikan mahal, ataupun bahkan hutan-hutan disekitar rumahnya sudah ditebang," ucap Haikal.
"Akhirnya mereka kembali merantau ke kota, tetapi di kota lapangan pekerjaan tidak pernah meningkat sebanding dengan angka pengangguran yang terus bertambah," tambahnya.
Haikal pun meminta solusi dari Cak Imin dan juga Mahfud MD terkait masalah yang ia sampaikan.
"Maka komitmen Bapak berdua yang hadir di hari ini dan langkah apa yang ingin Bapak tawarkan agar anak muda punya kepastian masa depan punya kepastian pekerjaan untuk Indonesia pasti yang katanya di 2045," tanyanya.
Solusi Mahfud MD
Cawapres nomor urut tiga mendapatkan giliran menjawab pertama dari pertanyaan mahasiswa tersebut.
Baca Juga: Akan Berakhir di 2027, Cak Imin Pastikan AMIN Komitmen Perpanjang Dana Otsus Aceh
Dikatakan Mahfud, dirinya pernah mengalami hal serupa dimana ia yang berasal dari desa harus merantau ke kota karena kurangnya lapangan pekerjaan di desa.
Dengan adanya kondisi demikian, Mahfud menyebut bahwa ia sudah memiliki program dengan melakukan pemerataan pendidikan di desa-desa nantinya.
"Oleh sebab itu kita punya program untuk pendidikan di pedesaan dimajukan lebih diratakan bahkan kalau sejauh menyangkut pendidikan, kita malah akan membangun disitu tempat-tempat pelatihan," jelas Mahfud.
Baca Juga: Di Depan Pendukungnya Garda Matahari, Anies-Cak Imin Singgung Soal Ketidakadilan
Kemudian istilah membangun dari pinggiran yang selama ini dipakai, dikatakan Mahfud itu akan dilanjutkan.
Selain itu fokus pada pendidikan, pembangunan desa juga difokuskan pada penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat seperti puskesmas.
"Bahkan pelayanan kesehatan kita juga sudah memprogramkan agar orang desa tidak selalu terancam oleh penyakit dan tidak mampu berobat, kita akan membangun satu desa satu puskesmas dan satu tenaga kesehatan," terangnya.
Solusi Cak Imin
Kemudian, gagasan selanjutnya diutarakan oleh Cak Imin, cawapres nomor urut satu pasangan Anies Baswedan.
Menurut Cak Imin, desa memiliki potensi yang besar yang mana salah satunya pertanian.
"Desa ini keliatannya dahsyat karena penduduknya besar potensinya besar. Salah satu yang paling pokok adalah pertanian," ujar Cak Imin.
Namun sayangnya, pertanian di desa masih memiliki banyak kendala yang sangat tidak menguntungkan petani.
Baca Juga: Cak Imin Janjikan Modal Rp10 Juta Tanpa Agunan Jika AMIN Menang Pilpres 2024
"Pertanian problemnya masih klasik, petani dengan keterbatasan lahan, petani dengan ketidakmampuan mengakses permodalan yang bersih yang tidak memberatkan. Petani yang tidak mampu mengendalikan pasar yang dikuasai oleh tengkulak dan ketidakadaan pupuk," jelas Ketua Umum PKB ini.
Ia pun kemudian menjanjikan jika nantinya dirinya dan Anies terpilih, maka hal pertama yang akan dilakukan adalah menyelesaikan masalah pupuk yang menjadi salah satu kendala di pertanian Indonesia.
"Dan satu-satunya cara begitu saya sama mas Anies menang, terpilih lantik, pertama kali yang kita lakukan adalah mendatangi mendatangi pabrik pupuk," ujar Cak Imin.
Baca Juga: Grace Natalie PSI Sebut Tim Anies Baswedan-Cak Imin yang Pertama Usulkan Debat Cawapres Dihilangkan
"Supaya terus kita cek kebutuhan pupuk dan produksi pupuk dalam negeri memenuhi target," lanjutnya.
Selain itu, menurut Cak Imin masalah kedua yang dihadapi di Indonesia adalah soal keadaan pangan yang sangat bergantung pada impor dari negara lain.
"Yang kedua kita punya keadaan pangan kita ngeri, bahaya ini, kita impor lha nanti kalau negara yang lain gak mau impor bagaimana nasib pangan kita. Mau tidak mau harus ada proyek besar yang ditangani pemerintah sebagai proyek kemandirian pangan," katanya.
Cak Imin kemudian menyampaikan bahwa targetnya adalah dengan membuat petani untung.
Karena kalau petani untung maka petani fokus dengan tugasnya berproduksi yang difasilitasi pupuk yang memadai.
"Kemudian soal offtaker hasil pertanian itu urusannya pemerintah, kita bisa fungsikan Bulog, berdayakan BUMN untuk menjadi bagian dari offtaker untuk membangun ekosistem," imbuhnya.
Ia juga menerangkan bahwa dengan kondisi petani yang untung, maka banyak anak muda yang nantinya tertarik kembali ke desa dan menjadi petani.
"Kalau pertanian untung, dan problem pertanian kita sekarang adalah tenaga kerja, bayangkan orang cari kerja tapi pertanian kekurangan tenaga kerja, karena memang gak untung. Kita bikin untung petani maka kaum muda akan menjadi bisnisman agroindustri," jelasnya lagi.***

Share this article
Cak Imin vs Mahfud MD berikan solusi untuk banyaknya angka pengangguran di Indonesia, siapa yang terbaik?