AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini dalam setiap hasil survei, elektabilitas pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 terus meningkat.
Bahkan sesuai dengan hasil survei terakhir, pasangan Prabowo-Gibran mendapatkan peningkatan yang luar biasa, bahkan meninggalkan jauh pasangan lainnya, yakni Ganjar-Mahfud MD dan Anies-Muhaimin.
Ternyata, naiknya elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran memiliki beberapa faktor tertentu, adapun berikut ini adalah 7 faktor pendukung elektabilitas Prabowo-Gibran, yaitu:
- Elektabilitas masing-masing meningkat
Adapun faktor pertama yaitu setiap hasil survei, elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran terus meningkat, seperti diketahui elektabilitas Prabowo di bulan November elektabilitasnya 35,1 persen kini naik menjadi 40,7 di bulan Desember.
Sementara itu, untuk cawapres Gibran Rakabuming Raka yang awalnya di bulan November 25,9 persen kini menjadi 31,8 persen.
- Dukungan di Sumatera bertambah
Di wilayah Sumatera, dukungan terhadap Prabowo-Gibran bertambah pada bulan November mendapatkan 39,6 persen dukungan, kini di bulan Desember naik menjadi 50,8 persen.
- Asupan tambahan di Jawa
Selain di Sumatera, bahkan di pulau jawa pun pasangan Prabowo-Gibran juga mengalami kenaikan. Di Jawa Barat, dukungan terhadap Prabowo-Gibran di bulan November 43,3 persen menjadi 51 persen.
Selain itu, di Jawa Tengah dan Timur pada bulan November 39,1 persen sekarang menjadi 44,3 persen.
Baca Juga: Jelang Debat Capres-Cawapres, Gibran Rakabuming Nyatakan Siap: Sudah Simulasi
Namun, walaupun terjadi peningkatan di pulau Sumatera dan Jawa, pasangan Prabowo-Gibran mengalami penurunan di Indonesia bagian timur, yang awalnya 50,3 persen menjadi 40 persen.
- Dukungan dari millennial
Lalu pasangan Prabowo-Gibran juga mendapatkan dukungan dari kalangan milenial yang awalnya 54,7 persen menjadi 56,5 persen.
Bahkan tak hanya itu, untuk masyarakat yang berusia lebih 35 tahun juga mengalami kenaikan pada bulan November sebesar 36,6 persen menjadi 41,3 persen.
- Dukungan berdasarkan agama
Kemudian, pasangan Prabowo-Gibran juga mengalami peningkatan dari pemilihan beragama Islam yang sebelumnya 43,2 persen menjadi 47,6 persen.
Dan selain agama Islam, juga terjadi peningkatan dari beberapa agama yang ada di Indonesia, seperti agama Hindu, Budha, dan Konghucu.
Disisi lain, untuk agama Katolik sendiri terjadi penurunan dukungan dari 54,5 persen di bulan November menjadi 30 persen.
- Dukungan dari pemilih NU
Selanjutnya adalah pasangan Prabowo-Gibran mendapatkan tambahan dukungan dari para pemilih NU, walaupun penambahan dukungannya tidak terlalu signifikan.
Diketahui bulan November lalu ada sekitar 45,6 persen pendukung Prabowo-Gibran dari NU, dan kini naik menjadi 48,4 persen.
Disamping itu, pasangan Prabowo-Gibran juga mengalami penurunan dari pemilih Muhammadiyah, dari 57,9 persen menjadi 34,2 persen.
Baca Juga: Prabowo Beri Respons Terkait Pernyataan Anies: Kalau Ada Gagasan tapi Mau Joget, Tidak Boleh?
- Guyuran dukungan pemilih Jokowi
Terakhir, pada hasil survei pada bulan November 2023 kemarin, pemilih dari Jokowi-Ma’ruf Amin pada 2019 memberikan dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran, bahkan jumlahnya meningkat.
Sebelumnya diketahui sebesar 38,6 persen, kini menjadi 55,9 persen. Disisi lain juga ada kenaikan dari pemilih yang pada tahun 2019 belum memiliki hak pilih, dari 52,5 persen menjadi 64, 3 persen.

Share this article
Belakangan ini, elektabilitas pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 terus meningkat.