AYOJAKARTA.COM – Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan menyampaikan visi dan misi dalam Debat Pertama Capres di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta pada Selasa (12/12/2023).
Dalam penyampaian visi dan misi di debat perdana capres 2024, Anies Baswedan membawa-bawa nama Harun Al Rasyid yang merupakan pendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.
Capres nomor urut satu ini menyinggung soal keadilan yang belum ditegakkan atas tewasnya pendukung Prabowo Subianto di kerusuhan 22 Mei 2019.
Baca Juga: 5 Tips Jitu Menang Flash Sale Shopee, Auto Dapat iPhone 14 dengan Harga Cuma Rp2 Ribu
Awalnya Anies Baswedan menjelaskan mengenai keadilan atas sejumlah kasus kekerasan yang hingga saat ini belum bisa diselesaikan oleh pemerintah.
Nama Harun Al Rasyid kemudian disinggung saat menjelaskan jika hukum dan keadilan saat ini tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
“Bersama saya hadir di sini ayahnya Harun Al Rasyid. Harun adalah anak yang meninggal, pendukung Pak Prabowo di Pilpres 2019 yang menuntut keadilan pada saat itu protes hasil pemilu,” kata Anies Baswedan dikutip Ayojakarta.com dari KOMPASTV, Rabu (13/12/2023).
Mantan Gubernur DKI Jakarta menyebut bahwa sejak peristiwa tersebut pemerintah tidak mampu memberikan keadilan bahkan hingga hari ini.
“Apa yang terjadi? Dia tewas sampai hari ini tidak ada kejelasan. Apakah ini akan dibiarkan?” sambungnya.
Anies Baswedan mengungkapkan bahwa dirinya bersama dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bertekad untuk menegakkan keadilan hukum di Indonesia.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Hadiah untuk Tukar Kado Harga Rp 50 Ribu, Dijamin Bermanfaat
Capres nomor urut 1 tersebut memastikan bakal membawa Indonesia kembali menjadi negara hukum. Menurutnya saat ini Indonesia lebih seperti negara yang dikuasai oleh suatu kekuasaan.
Hal inilah yang membuat dirinya berkomitmen untuk membawa keadilan hukum bagi semua warga negara, termasuk juga soal hukum yang melibatkan aparatur negara dan TNI-Polri.
“Kami kembalikan marwah kehidupan bernegara yang menempatkan hukum sebagai tempat paling tinggi dan ketentuan itu berlaku pada semua termasuk ketika menyangkut urusan ASN, TNI, dan Polri,” kata Anies Baswedan.
Sebagai informasi sempat terjadi bentrok massa dengan aparat gabungan Brimob Polri dan TNI pada 21 dan 22 Mei 2019.
Baca Juga: Tes IQ: Asah Kemampuan Pemecahan Masalah, Tebak Siapa Pemilik Anjing Ini Dalam 11 Detik?
Bentrok terjadi akibat aksi demonstrasi di depan Kantor Bawaslu menolak hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Dari lokasi tersebut, bentrok juga merembet ke kawasan lain seperti Tanah Abang dan juga Slipi, Jakarta Barat.
Sementara Harun Al Rasyid tercatat sebagai salah satu korban yang tewas dalam serangkaian kerusuhan pada 22 Mei 2019.
Harun Al Rasyid terkena tembak saat kerusuhan di Slipi, Jakarta Barat pada Rabu malam, 22 Mei 2019 silam.***

Share this article
Nama Harun Al Rasyid kemudian disinggung saat menjelaskan jika hukum dan keadilan saat ini tumpul ke atas dan tajam ke bawah