AYOJAKARTA.COM - Debat calon presiden dan calon wakil presiden menjadi salah satu rangkaian agenda Pemilu 2024.
Sebagai bentuk pelaksanaan amanat Undang-undang, KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024 telah menggelar acara debat calon presiden dan calon wakil presiden.
Ajang debat calon presiden dan calon wakil presiden, menurut sebagian kalangan merupakan kesempatan untuk mendulang suara di Pemilu 2024.
Terkait dengan penyelenggaraan acara debat perdana capres-cawapres yang sukses terselenggara, publik masih terpaku pada aksi pasangan nomor urut dua
Pertanyaan kritis dari capres Anies Baswedan terhadap capres Prabowo Subianto, disikapi sejumlah kalangan sebagai bentuk reaksi emosional.
Di samping pemilihan diksi dan ekspresi wajah serta gestur tubuh Prabowo, publik juga menyoroti perilaku Gibran Rakabuming yang tidak biasa.
Sewaktu Prabowo sibuk menjawab pertanyaan Anies, di kursi penonton Gibran justru terlihat seperti sedang sibuk menjadi pemandu sorak.
Sehubungan dengan sikap yang ditunjukkan Gibran Rakabuming, Analis Komunikasi Politik UNPAD memberikan tanggapan.
Menurut Kunto Adi Wibowo, reaksi Gibran saat berlangsungnya debat capres tidak salah apabila dimaknai sebagai gimmick politik ataupun reaksi alamiah.
“Ini tidak sekedar gimmick, kalau saya melihatnya ini memang reaksi genuine atau asli dari Mas Gibran,” ungkap Adi Wibowo.
Baca Juga: Mau Turunkan Berat Badan dengan Cara Sehat? Yuk Buat 4 Sarapan Ini untuk Menu Diet
Lebih lanjut, Adi Wibowo menambahkan latar belakang penilaian atas reaksi tersebut bisa terjadi karena beragam pertimbangan.
Menurut tim pendukung, reaksi yang ditunjukkan Gibran yang tiba-tiba berdiri dan mengipas kedua tangan adalah bentuk ekspresi diri yang tidak tegang.
Kendati tidak mempersoalkan tanggapan dari tim pendukung Gibran, Adi Wibowo mengingatkan pentingnya cawapres dalam mengelola emosi.
“Sebagai calon wakil presiden, dituntut kemampuan untuk menahan emosi juga, seharusnya begitu,” jelas Adi Wibowo.
Adanya reaksi yang diperlihatkan Gibran saat pembicaraan sedang spesifik mengenai etika dalam berpolitik, menunjukkan hal tersebut bukanlah gimmick.
Hal tersebut jauh berbeda dengan perilaku yang ditunjukkan oleh Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, serta Cak Imin dan Mahfud MD ketika sedang diserang.
“Kalau menurut saya ini masalah kepantasan dan bagaimana seseorang menempatkan diri pada sebuah peristiwa dan event,” ungkap Adi Wibowo.
Baca Juga: Lakukan 3 Kebiasaan Ini Buat Kamu Jadi Lebih Pintar, Nomor 1 Penting Banget Dilakukan
Kebiasaan Gibran yang dikenal sangat pendiam dan cenderung tidak ekspresif dalam berbagai kesempatan, jauh berbeda ketika di acara debat beberapa waktu.
Merasakan situasi dipojokkan, serta tidak mampu untuk melakukan pembalasan, menurut Adi Wibowo merupakan dasar lahirnya perilaku.
“Tidak keluar lewat kata-kata, tetapi lewat gerakan tubuh,” pungkas Adi Wibowo dikutip Ayojakarta, Jumat 15 Desember 2023 dari Kompas TV. ***

Share this article
Sehubungan dengan sikap yang ditunjukkan Gibran Rakabuming, Analis Komunikasi Politik UNPAD memberikan tanggapan.