AYOJAKARTA.COM - Beberapa waktu lalu, salah satu politikus dari partai PDIP, Aria Bima menyebutkan kalau pihaknya menjalin komunikasi dengan salah satu kubu.
Adapun kubu yang dimaksud yakni kubu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024.
Diketahui Bima Arya merupakan salah satu kader dari partai PDIP yang mendukung pasangan capres dan cawapres dari nomor urut 3, yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Baca Juga: Anies Baswedan Pilih Pendekatan Dialog daripada Baliho untuk Menyuarakan Pemilu Berkualitas
Adapun komunikasi yang dilakukan Aria Bima terhadap kubu AMIN yakni terkait putaran kedua Pilpres 2024, diketahui bahwa kubu Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yakin bahwa akan ada putaran kedua.
“Putaran kedua saling dinamis, masih sangat dinamis. Saya kira untuk melihat putaran kedua, itu yang kami yakini dengan 01. Karena 02 terlalu yakin satu putaran. Kami dengan 01 tidak yakin satu putaran, pasti dua putaran,” sebut Aria Bima.
“Kami tanya, lu percaya satu putaran? Enggak. Nah lu enggak, gue enggak. Gitu aja,” lanjut Aria Bima, dikutip AyoJakarta.com melalui laman suara.com.
Aria Bima mengaku bahwa ada beberapa pihak yang sedang membangun sebuah opini terkait Pilpres 2024 ini akan berlangsung satu putaran melalui Lembaga survei.
“Jadi, ada desain lembaga survei seolah-olah jadi satu putaran. Jangan sampai kami dengan 01 menjadi panik,” kata Aria Bima.
Selanjutnya, Aria Bima juga menyebutkan bahwa pengambilan sampel survei ini harus memiliki izin Kapolsek ke Bhabinkamtibmas untuk melakukan kuesioner tersebut.
Baca Juga: Timeline Pendaftaran PTPS Pemilu 2024: Cek Syarat Mudah dan Besaran Honor yang Diterima
Sehingga Aria Bima mengatakan kalau butuh waktu sekitar 10 hari untuk mendapatkan izin menyebarkan kuesioner tersebut.
“Ini yang kami bukan tidak percaya metodologinya. Bukan tidak percaya proses untuk menentukan sampelnya, tapi pra-kondisi menurunkan kuesioner di tempat pengambilan sampel. Ini memerlukan izin waktu 10 hari, ini selesai hasilnya mau berapapun bisa dipersiapkan,” jelas Aria Bima.
Sehingga, Aria Bima yakin bahwa timnya Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin akan berlangsung dua putaran.
Disamping itu, Aria Bima juga menegaskan bahwa pihaknya dan pihak paslon nomor urut 1 membuat kesepakatan khusus terkait di luar pembahasan tersebut.
“Nggak ada. Kita masih jalan. Deal gimana? Lha, kalau dia yang menang gimana? Kalau (tim) saya yang menang gimana? Nggak ada. Kita ingin dua putaran,” terang Aria Bima.
Sehingga, Aria Bima menekankan bahwa pihaknya dan pihak AMIN hanya bersepakat jangan ada upaya penggiringan opini melalui Lembaga survei dengan memanfaatkan aparat negara bahwa Pilpres 2024 akan berjalan satu putaran saja.***

Share this article
Politikus PDIP Aria Bima mengaku jalin komunikasi dengan kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, bicara soal pemilu dua putaran.