AYOJAKARTA.COM - Rencana kegiatan acara Desak Anies yang menghadirkan capres Anies Baswedan kembali mengalami pembatalan.
Capres nomor urut satu Anies Baswedan sedianya akan menggelar diskusi bertajuk Desak Anies di Istana Basa Pagaruyung, Sumatera Barat.
Namun lokasi kegiatan Desak Anies terpaksa dipindah akibat adanya pembatalan sepihak yang dilakukan sehari sebelum Anies Baswedan sempat berbicara.
Acara diskusi Desak Anies, merupakan salah satu terobosan inovatif yang mendapat apresiasi luar biasa dari kaum pemilih Indonesia.
Akibat adanya pembatalan mendadak tersebut, acara Desak Anies kemudian dipindah ke Lapangan Cindua Mato.
Sehubungan dengan adanya pembatalan izin sepihak yang terjadi mendadak, capres nomor urut satu tersebut memberi tanggapan.
Baca Juga: Anies Baswedan Ditanya 'Kacamatanya Etalase Nomor Berapa?': Ini Ada Sesuatu yang Gak Bener
“Kami sering sekali harus mengalami pindah lokasi, mendadak izin dibatalkan, kita sudah merencanakan mendadak harus berubah,” ungkap Anies.
Kendati mendapat kabar tidak menyenangkan, Anies lebih memilih untuk menjadikan situasi tersebut sebagai tantangan dalam perjuangan.
“Ini bagian dari perjuangan, sesulit-sulitnya yang kami hadapi, masih lebih sulit rumah tangga kita dalam membiayai kehidupannya,” imbuh Anies.
Baca Juga: Anies Baswedan Bongkar Persiapan Hadapi Debat Ketiga Pilpres 2024
Persoalan-persoalan di dalam rumah tangga kebanyakan rakyat Indonesia, menurut Anies jauh lebih pelik dan sulit dari perizinan nya yang mendadak dibatalkan.
Karena itu, Anies dan para pendukungnya memastikan akan terus melakukan perjuangan untuk mencapai perubahan.
Terkait dengan adanya pembatalan mendadak dan sepihak acara Desak Anies, Sulfikar Amir selaku Jubir Timnas Amin memberi pernyataan.
Menurut Sulfikar, Desak Anies yang diprakarsai oleh Anies Baswedan merupakan konsep pendidikan politik yang mengalami peningkatan pesat.
Diskusi Desak Anies bukan saja menjadi magnet bagi generasi muda, tetapi juga mampu mengakomodir semua keresahan dan harapan seluruh kalangan dan lapis masyarakat.
Baca Juga: Dikenal Cerdas, Momen Capres Anies Baswedan Tak Bisa Jawab Pertanyaan hingga Harus Googling Disorot
Selain menjadi ajang saling merekatkan, metode dialogis yang dihadirkan dalam diskusi Desak Anies juga berlangsung dengan terbuka dan bebas.
“Desak Anies ini adalah sebuah format yang merupakan terobosan baru di dalam praktek kampanye di Indonesia,” jelas Sulfikar.
Ironisnya, Sulfikar menambahkan Desak Anies justru dinilai sebagai salah satu hambatan bagi kalangan tertentu yang tidak menghendaki adanya perubahan.
Baca Juga: Viewers TikTok Anies Baswedan Tembus 300 Ribu, Pakar Politik Berikan 3 Catatan Ini
Sehubungan dengan adanya pembatalan perizinan yang kembali dialami pasangan Amin, Pakar Komunikasi Politik Gun Gun Heryanto memberi tanggapan.
Menurut Gun Gun, metode diskusi yang dilakukan dalam Desak Anies merupakan hal wajar dan bukan merupakan suatu pelanggaran konstitusional.
Karenanya, adanya upaya penghalangan atau bahkan pembatalan merupakan suatu tindakan yang patut dipertanyakan,
“Kalau prosedurnya sudah ditempuh, nggak boleh dihalang-halangi,” jelas Gun Gun dikutip Ayojakarta, Rabu 3 Januari 2024 dari kanal YouTube Metro TV. ***

Share this article
Anies Baswedan mengatakan bahwa situasi tersebut sebagai tantangan dalam perjuangan jelang Pemilu 2024.