AYOJAKARTA.COM – Advokat Alvin Lim kembali membongkar borok Lembaga Pemasyarakatan atau lapas.
Alvin Lim mengatakan saat seorang narapidana tiba di lapas, mereka akan menjalani masa pengenalan lingkungan (mapenaling) selama 1-2 minggu.
Akan tetapi, Alvin Lim menyebut narapidana bisa saja tidak mengikuti mapenaling dengan cara membayar.
Baca Juga: Alvin Lim 'Koar-Koar' Lagi, Sebut Mahfud MD Beri Fitnah yang Sangat Keji: Saya Nggak Kabur
“Pertama kali mereka masuk mapenaling anda bisa lepas dari mapenaling dengan cara bayar uang. Kalau enggak ke Kalapas, ke Kepala KPLP. Kalau tidak biasanya anda satu atau dua minggu ada di mapenaling,” kata Alvin dikutip dari kanal YouTube Quotient TV, Kamis (11/1/2024).
Alvin kemudian menjelaskan setelah mengikuti mapenaling, narapidana bisa memilih kamar lapas yang diinginkan.
Ia mengungkapkan jika ingin menghuni kamar yang bagus maka narapidana bisa membeli kamar tersebut.
Alvin mengaku mengenal salah seorang narapidana yang membeli tiga kamar lapas dengan harga Rp 1,5 miliar.
Baca Juga: Buntut Pernyataan Soal Ferdy Sambo, Alvin Lim Ragukan Kompetensi Mahfud MD sebagai Cawapres
“Setelah lepas dari mapenaling kalau anda mau kamar yang bagus anda bisa pilih mau kamar sendiri, berdua, bertiga, berlima, tentu ya kamar yang lebih eksklusif lebih mahal,” jelasnya.
“Saya ada tahu satu orang di Lapas Salemba itu yang bayar untuk beli tiga kamar sekaligus senilai Rp 1,5 miliar. Itu dia bayar untuk mendapatkan tiga kamar, satu untuk tampingnya, kedua untuk taruh gudang, satu lagi kamar untuk dirinya sendiri,” sambungnya.
Alvin menuturkan bahwa orang yang saat ini mendekam dibalik jeruji besi sangat memprihatinkan.
Akan tetapi, Alvin menyebut bukan karena hidupnya yang tidak enak dan tak sebebas orang-orang di luar penjara.
Baca Juga: Tepis Tuduhan Alvin Lim Soal Perlakuan Spesial untuk Ferdy Sambo, Mahfud MD: Alvin Bohong!
Alvin melihat orang-orang yang menjalani masa hukumannya hanya menjadi sasaran pemerasan.
“Jadi tahanan itu di penjara kasihan. Sebenarnya dia bukannya kasihannya hidupnya enggak enak, kasihan karena jadi bahan pemerasan. Jadi orang-orang yang salah yang dipenjara itu mereka disana enggak bertaubat. Mereka disana cuma jadi bahan pemerasan doang,” tutupnya.***

Share this article
Alvin mengaku mengenal salah seorang narapidana yang membeli tiga kamar lapas dengan harga Rp1,5 miliar.