AYOJAKARTA.COM - Ditengah polemiknya Pilpres 2024 yang kian memanas, kini juga turut memanas antara kelompok TNI dengan pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 3.
Adapun polemic yang terjadi antara TNI dan pendukung paslon nomor urut 3 yakni terkait pengeroyokan yang dilakukan oleh prajurit TNI dari satuan Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 408/Sbh di Boyolali, Jawa Tengah.
Pengeroyokan tersebut terjadi lantaran adanya sekelompok masyarakat yang diduga pendukung paslon nomor urut 3 melakukan konvoi dengan menggunakan knalpot brong dan melewati markas TNI dengan bolak balik.
Menyikapi hal tersebut, mantan KSAD Dudung Abdurachman angkat bicara, apalagi setelah mantan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa yang kini berada dikubu 03 turut membela sekelompok masyarakat tersebut.
Dudung Abdurachman mengatakan kalau dirinya tidak setuju dengan pernyataan dari Andika Perkasa yang membela sekelompok yang memang dinyatakan bersalah seharusnya.
“Saya ke Dandim, menurut saya Dandim kan yang tahu situasi di lapangan, mereka paham betul apa yang dikatakan sesuai dengan informasi. Informasi itu dari intelijen, dari anggota, dilihat juga dari lapangan. saya lebih yakin dengan Dandim,” jelas Dudung Abdurachman.
Baca Juga: Usai Pensiun, Dudung Abdurachman Pilih Karier Lain daripada Terjun ke Dunia Politik
Sebelumnya, Dudung Abdurachman sempat menjelaskan dengan memaparkan contoh kepada Deddy Corbuzier yang sudah mengundangnya ke Podcast.
“Sekarang gini lah, di depan kita ada knalpot brong lewat bolak-balik, pasti kita juga akan marah kan, begitu juga di asrama militer,” Jelas Dudung dikutip melalui akun YouTube Deddy Corbuzier.
Disamping itu, Dudung menilai bahwa tindakan yang diambil oleh staf TNI AD untuk menghukum anggota yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut telah sesuai dengan prosedur yang ada.
Dan Dudung Abdurachman juga meminta kepada seluruh pihak, agar tidak mempersoalkan hal ini ke ranah dunia politik.
Selanjutnya, Dudung Abdurachman memberikan pesan kepada Andika Perkasa yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Mahfud.
Melalui Podcast tersebut Dudung berpesan agar dapat lebih bijak dalam menyikapi suatu hal.
“Tapi kalau menurut saya, ya sikapi dengan bijak lah, kan mantan tentara juga,” pesan Dudung Abdurachman kepada Andika Perkasa.
“Berpolitiklah dengan bijak lah, kan sama-sama udah orang sipil kita, artinya Kalau kita menyikapi adanya gesekan di masyarakat terutama di TNI, jangan lupa kita masih melekat Sapta Marga sumpah prajurit, jadi jangan terkesan anggota dipojokkan seperti itu,” lanjut Dudung.***

Share this article
Dudung Abdurachman mengatakan dirinya tidak setuju dengan pernyataan Andika Perkasa yang membela sekelompok yang memang dinyatakan salah.