Isu Pemakzulan Jokowi Makin Panas, Pakar Hukum Tata Negara: Presiden Cawe-cawe Bisa Diimpeach

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari

AYOJAKARTA.COM – Isu pemakzulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih santer terdengar belakangan ini.

Banyak pihak yang ingin memakzulkan Presiden Jokowi lantaran dinilah telah melanggar konstitusi.

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan bahwa orang yang paling kuat dalam sistem presidensial adalah presiden.

Feri menilai sudah ada bukti yang memperlihatkan keterlibatan presiden dalam kecurangan Pemilu.

Baca Juga: Ridho Slank: Memilih Presiden Saat Ini Mudah, Saya Pilih Ganjar-Mahfud MD

Bahkan, Presiden Jokowi sejak awal menyatakan bahwa ia akan cawe-cawe dalam Pemilu demi kepentingan bangsa dan negara.

Feri mengatakan bahwa presiden yang melakukan cawe-cawe sudah melakukan pelanggaran hukum dan demokrasi konstitusional.

“Dalam Undang-Undang Dasar jika presiden amati dan orang-orangnya amati dengan baik, presiden yang melakukan tindakan-tindakan tidak patut terutama dalam ruang demokrasi terutama Pemilu itu dapat diimpeach. Impeach itu digugat belum sampai ke pemakzulan. Pemakzulan nanti di MPR,” kata Feri Amsari dikutip ayojakarta.com dari YouTube Abraham Samad Speak Up, Minggu (21/1/2024).

Feri Amsari menjelaskan dalam Pasal 7A dan 7B Undang-Undang Dasar 1945 dijelaskan bahwa ada dua kriteria yang dapat memaksulkan presiden melalui impeachment.

Baca Juga: Yakin Tema Debat Cawapres Sangat Dikuasai Gus Imin, Anies Baswedan: Lihat Nanti Malam Akan Seru

Pertama adalah jika presiden melanggar hukum berupa lima hal yang meliputi suap, korupsi, pengkhianatan terhadap negara, tindak pidana lainnya dan perbuatan tercela.

“Terakhir perbuatan tercela. Segala cela yang dianggap publik tidak patut dilakukan presiden. Contoh kalau ada presiden di hadapan orang banyak, saya akan tidak melibatkan anak-anak saya dalam politik tapi besok pagi tiba-tiba dia jadi wali kota, cawapres, ketua parpol, itu bisa dianggap kebohongan publik. Bohong dalam ruang publik adalah perbuatan tercela,” jelasnya.

Selain itu, kriteria yang dapat memakzulkan presiden adalah ketika pemimpin negara tak lagi memenuhi syarat menjadi presiden.

Baca Juga: Alvin Lim Sebut Mahfud MD Punya Waktu untuk Tanggapi Petisi Pemakzulan Jokowi Tapi Tidak untuk Bantu Korban Wanaartha

Feri mengungkapkan secara konstitusional presiden yang cawe-cawe bisa diimpeach.

“Ini sesuai dengan syarat menjadi presiden sesuai Pasal 169 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Misalnya dia harus waras tiba-tiba besok pagi gila harus diimpech. Ada juga misalnya harus lulus atau memenuhi syarat tertentu. Kalau dia melampirkan dia sarjana ternyata ijazahnya tiba-tiba besok pagi pengadilan mengatakan itu ijazah tidak sah maka dia juga sudah melakukan pembohongan publik, melakukan cacat administrasi, tidak lagi memenuhi syarat yang ia daftarkan,” ungkapnya.

“Maka orang seperti ini bisa diimpeach dalam dua hal, tercela karena berbohong dan tidak memenuhi syarat yang dia daftarkan. Jadi bisa sekali secara konstitusional presiden yang cawe-cawe itu diimpeach,” tutupnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pakar hukum tata negara
# pemilu
# Universitas Andalas
# abraham samad
# Feri Amsari
# Pemakzulan
# Jokowi

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.