AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) berencana akan menyebarkan telur nyamuk wolbachia.
Namun, hal ini masih menjadi perdebatan di masyarakat Indonesia sendiri. Salah satu menolak penyebaran telur nyamuk wolbachia ini yaitu mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari.
Siti Fadilah Supari menyuarakan penolakannya tentang penyebaran nyamuk wolbachia yang disampaikan melalui akun Instagram pribadi @siti_fadilah_supari.
"Ya Allah, kok tega teganya thd bangsa nya sendiri. Mudah2an presiden yang baru tidak mengijinkan hal ini," tulis Siti dikutip dari postingannya pada Senin, 22 Januari 2024.
Melalui akun Instagram pribadi miliki Siti Fadilah Supari, terdapat informasi mengenai Kemenkes yang berencana sudah siap untuk memproduksi 40 juta telur nyamuk wolbachia perminggu.
Dalam unggahan gambar tersebut juga mengatakan bahwa Kemenkes RI telah siap bangun pabrik telur ber-wolbachia yang saat ini masih cukup terbatas.
Diproduksinya nyamuk wolbachia ini menjadi salah satu inovasi untuk memberantas demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.
Baca Juga: Jadi Polemik, Benarkah Gigitan Nyamuk Wolbachia Berbahaya? Berikut Penjelasan Guru Besar Unair
Informasi lebih lanjut mengatakan bahwa Kemenkes memastikan inovasi wolbachia untuk menekan angka kasus DBD ini sudah terbukti ampuh secara penelitian.
Dari informasi yang sudah diunggah oleh Mantan Menkes, ada lima kota yang nantinya akan menjadi lokasi pilot project nyamuk wolbachia.
Adapun lima wilayah tersebut yaitu Jakarta Barat, Bandung, Bontang, Semarang dan juga Kupang.
Kemenkes juga mengatakan bahwa ada sekitar 40 juta telur nyamuk wolbachia yang dibutuhkan per minggu.
Tak heran jika postingan di akun Instagram miliki Siti Fadilah Supari ini menuai beragam komentar netizen.
"Rakyatnya diajari hidup bersih biar nyamuk gak berkembang...ee pemerintahnya produksi nyamuk...," tulis netizen di kolom komentar.
"Kasin petugas jumantik, udah berusaha buat ngurangin nyamuk, eh pemerintah malah bikin nyamuk," timpal netizen lainnya.
"Kenapa sih rakyat harus jadi kelinci percobaan," ungkap netizen lainnya.
Baca Juga: Jadi Polemik, Benarkah Gigitan Nyamuk Wolbachia Berbahaya? Berikut Penjelasan Guru Besar Unair
"Ternak kok nyamuk, bikin penyakit lalu jualan obat/vaksin, mending ternak ayam atau kambing yang menghasilkan," ungkap netizen.

Share this article
Diproduksinya nyamuk wolbachia ini menjadi salah satu inovasi untuk memberantas demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.