AYOJAKARTA.COM -- Jubir Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Deddy Sitorus mengkritik Gibran Rakabuming Raka terkait Greenflation dengan menyebutnya sebagai anak yang dipaksa jadi cawapres tanpa memahami etika.
Menurutnya, Gibran hanya membuat heboh dengan hafalan-hafalan dan Greenflation hanya sebagian kecil dari masyarakat yang peduli.
"Jadi hafalan-hafalan Gibran ini menurut saya kalau kita bedah satu-satu itu banyak mempermalukan dirinya sendiri. Sebenarnya di luar gimik-gimiknya yang bikin heboh itu," ucap Deddy Sitorus dikutip ayojakarta dari YouTube Indonesia Lawyers Club pada Senin (29/1/2024).
Ia menjelaskan, Greenflation adalah terjadinya inflasi karena persoalan transisi energi.
Namun, ia memberikan satu contoh sederhana tentang apa itu Greenflation.
Menurutnya, Greenflation yaitu anak yang masih green belum cukup umur dipaksakan menjadi cawapres dengan mengangkangi etika.
"Itu greenflation yang paling-paling jelas," katanya.
Ia menilai, bahwa tak bisa mengelola sebuah negara yang begini kompleks hanya dengan hafalan-hafalan.
Ia menilai dengan kondisi kesehatan Prabowo Subianto saat ini yang memerlukan anak muda mumpuni, punya kesadaran kultural, kesadaran sosiologis, punya deposito dan masa lalu yang bisa menjadi rujukan untuk mengelola persoalan.
Untuk itu, kata Deddy peran wakil presiden menjadi sangat vital dengan kondisi Prabowo Subianto yang seperti itu.
"Makanya saya curiga, apakah hilirisasi katakan dalam konteks nikel itu untuk kesejahteraan bangsa Indonesia atau kesejahteraan oligarki ada enggak di situ golden share yang diperebutkan karena hari-hari ini dunia tidak lagi berkutat dengan nikel sudah begitu maju teknologi," jelsnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Getol Pakai Produk Lokal, Gibran Beri Pujian: Ya, Harus Kita Dukung
Dengan demikian, lanjut Deddy pentingnya pemilihan wakil presiden yang setara dengan presiden.
Ia pun meragukan terhadap pengalaman Gibran dalam mengelola Kota Solo.
"Bukan untuk kepentingan semua anak muda, yang kita persoalkan dan membuat kita ragu apakah benar Gibran dengan pengalaman dua tahun mengelola Kota Solo yang hanya seluas sebanyak satu kecamatan di Jakarta ini penduduknya mampu ketika pada waktunya harus mengambil alih kepemimpinan dari Pak Prabowo oleh karena satu hal," ujarnya.
Ia mengaku tak mempersoalkan dan menentang anak muda, tapi dirinya menentang anak muda dianggap tak pantas bahkan oleh presiden sendiri.
"Kita buka rekaman di media sosial bagaimana Pak Jokowi dengan terkekeh-kekeh bilang Gibran baru dua tahun jadi wali kota belum layaklah, itu Pak Jokowi sendiri yang memberi penilaian," ungkapnya.***

Share this article
Deddy Sitorus sindir Gibran Rakabuming Raka melalui istilah greenflation yang belakangan ramai dibahas.