AYOJAKARTA.COM – Bukti dugaan rekayasa rekaman CCTV dalam kasus Jessica Wongso kembali dibongkar oleh Rismon Sianipar.
Seperti yang diketahui Rismon Sianipar merupakan Ahli Digital yang hadir sebagai saksi ahli di persidangan kasus kopi sianida.
Sejak persidangan hingga sekarang, Rismon Sianipar meyakini betul bahwa ada rekayasa pada barang bukti berupa rekaman CCTV Jessica Wongso.
Baca Juga: 20 Link Online Course dari Kampus Top Dunia, Berminat? Ada Universitas Harvard!
Sebab itu, Rismon Sianipar terus menyuarakan tentang adanya rekayasa pada barang bukti kasus kopi sianida tersebut demi mencari keadilan bagi Jessica Wongso.
Terbaru Rismon Sianipar bahkan membongkar bukti rekayasa pada rekaman aktivitas saat Jessica Wongso melakukan chat atau memegang HP.
Namun yang lebih mengejutkan, Rismon Sianipar menuturkan bahwa rekayasa tersebut juga didukung oleh salah seorang jaksa.
Melalui tayangan YouTube Balige Academy pada (29/1/24), Rismon Sianipar menunjukkan detail rekayasa yang disebut telah dilakukan oleh Christopher Hariman Riyanto dan Muhammad Nuh Al Azhar.
“Kali ini kita juga mendapati bukti baru bagaimana betapa miris ya rekayasa itu dilakukan oleh Christopher Hariman Riyanto dan Muhammad Nuh Al Azhar,” ujar Rismon Sianipar.
“Di sini saya dapati juga ya ketika Christopher ini menyajikan kejadian pada pukul 16.26 an ya di sini itu tidak ada aktivitas chat Jessica pukul 16:29:18 WIB dan 16:29:23 WIB dan perbincangan mereka ini dilakukan antara Jaksa Shandy Handika dan Christopher Hariman Riyanto,” lanjutnya.
Baca Juga: 3 Bansos yang Sudah Dicairkan hingga Hari Ini, KPM Wajib Cek!
Sementara itu Rismon memiliki bukti lain yang membuat dirinya sangat yakin jika direntang kedua waktu tersebut, Jessica jelas-jelas memegang HP.
“Padahal pada kedua waktu ini Jessica bisa dipastikan dia sedang memegang HP, melakukan chat pukul 16:29:18 dan 16:29:23 WIB,” ungkap Rismon.
Selanjutnya, Rismon Sianipar kemudian menunjukkan bukti yang dimilikinya tersebut, berupa histori chat yang dilakukan Jessica Wongso saat kejadian.
“Nah ini dia BAP dari Kerman Fransiskus yang mengekstrak data dari HP, Jessica, dan lainnya,” jelas Rismon Sianipar.
“Di sini ada grup chatnya , ini nama grup chatnya, ini anggota grup, nah ini nama aplikasinya, terus ini pengirim, pengirimnya Jessica Kumala Wongso. Nah ini teksnya ya, oh udah di sini, 6 Januari 2016, 4:29:18 UTC+7 ya artinya 16:29:18 berarti Jessica sedang memegang HP mengetikan ini ‘Oh udah di sini’,” terangnya lagi.
Kemudian Rismon Sianipar masih menunjukkan histori chat berikutnya yang dikirimkan oleh Jessica Wongso pada rentang waktu tersebut.
“Terus berikutnya ini, pengirimnya Jessica Kumala Wongso, bangku enak? kata Jessica ke rekan-rekan di grupnya ya,” beber Rismon.
Lebih lanjut Rismon menjelaskan, “Terus di sini masih sama hari yang sama 6 Januari 2016, 4:29:23 PM berarti 16:29:23 WIB, jadi dalam rentang ini pasti dia pegang HP ya, sedikit jedanya sekitar 5 detik ya.”
Rismon Sianipar kemudian kembali menegaskan bahwa bukti tersebut jelas menunjukkan jika pada rentang pukul 16:29:18 dan 16:29:23 WIB Jessica jelas memegang HP dan mengirim chat.
Sehingga seharusnya dalam rekaman CCTV di waktu yang sama, harusnya juga terlihat bahwa Jessica sedang melakukan aktivitas yakni mengirim chat atau memegang HP.
“Jadi dalam rentang ini dia tetap memegang HP melakukan chat ya kan, 16:29:18 dan 16:29:23 WIB oke artinya dia memegang HP,” tegas Rismon.
Namun rupanya, rekaman CCTV yang disajikan Christopher Hariman saat persidangan justru aktivitas Jessica Wongso yang berbeda dan hal tersebut didukung oleh Jaksa Shandy Handika.
“Apa yang terjadi ketika Christopher menyajikan video tersebut pada pukul tersebut dan disponsori oleh Jaksa Shandy Handika,” ungkap Rismon Sianipar.
Rismon Sianipar juga menunjukkan bukti jika pada part rekaman saat Jessica Wongso memegang HP tersebut telah diganti dengan aktivitas lain.
“Jadi saya lihat aktivitas Jessica memegang HP melakukan chat ya itu ditutupi oleh Christopher Hariman Riyanto dan Muhammad Nuh Al Azhar dan digantikan dengan pergerakan lain,” beber Rismon.
“Kalau di sini saya lihat pada pukul tersebut Christopher menggantikan aktivitas chat Jessica menjadi dia menggeser centerpiece,” lanjutnya.
Karena itulah Rismon Sianipar mengaku sangat heran bagaimana bisa Christopher dan Muhammad Nuh melakukan hal sesadis itu.
“Herannya ya, sadis sekali Christopher Hariman Riyanto dan Muhammad Nuh Al Azhar ini kok sadis sekali sih, gak punya nurani sama sekali,” ucapnya.***

Share this article
Bukti dugaan rekayasa rekaman CCTV dalam kasus Jessica Wongso kembali dibongkar oleh Rismon Sianipar.