AYOJAKARTA.COM - Nama Rismon Sianpiar mencuat setelah ia menjadi saksi ahli dalam persidangan Jessica Wongso.
Rismon Sianipar sebagai ahli digital forensik lagi-lagi membongkar rekayasa CCTV yang digunakan dalam persidangan Jessica Wongso.
Kali ini ada satu nama yang Rismon Sianipar sebut satu nama yang juga menggunalan CCTV rekayasa dalam persidangan Jessica Wongso.
Sebelumnya, Rismon Sianipar menyebut nama Muhammad Nuh Al-Azhar dan Christoper Hariman Riyanto sebagai perekayasa CCTV Jessica Wongso.
CCTV yang Rismon sebut telah direkayasa tersebut digunakan oleh Jaksa dan beberapa saksi dalam persidangan Jessica Wongso.
Benerapa waktu yang lalu, Rismon meyebut naman Sugih Carvallo yang menggunakan CCTV rekayasa agar Jessica mengaku bersalah.
Dalam penjelasan terbarunya, kini Rismon Sianipar mengungkapkan satu nama lagi, yakni Nursamran Subandi yang menggunakan CCTV rekayasa dalam persidangan Jessica Wongso.
Nursamran Subandi adalah seorang ahli Toksikologi atau orang yang ahli dalam meneliti efek bahaya dari bahan kimia dan zat pada tubuh manusia, hewan dan tumbuhan.
Rismon Sianipar mengatakan bahwa Nursamran Subandi menggunakan CCTV rekayasa sebagai penelitiannya untuk membedakan warna kopi dari kandungan sianida.
Bahkan, Rismon Sianipar menyebut bahwa tindaka yang dilakukan oleh Nursamran Subandi sangat tragis dan memalukan.
"Nursamran Subandi menggunakan atau mengkorelasikan hasil dengan bukti-bukti rekayasa video CCTV yang dilakukan oleh Christopher Hariman Rianto dan Muhammad Nur Al Azhar sangat tragis dan memalukan di Republik ini!" kata Rismon dikutip dari YouTube Balige Academy, Senin (5/2/2024).
Rismon Sianipar mengungkapkan bahwa perbandingan warna kopi yang dijadikan rujukan oleh Nursamran tidak ekuivalen atau selaras.
Pasalnya, warna kopi pada bukti yang disajikan oleh Agus Triono dengan ukuran frame 960x576 pixel tidak akan sama dengan warna kopi pada ukuran frame 1920x1080 pixel seperti yang diambil oleh Sari setelah Mirna Salihin meminun kopi.
Rismon mengingat kembali soal perkara sedotan yang ada dalam gelas dan video-video lain yang ia sebut telah direkayasa.
Menurutnya, Muhammad Nuh Al-Azhar dan Christoper Hariman Riyanto telah merekayasa seluruh event-event penting dalam kasus Jessica Wongso.
"Jadi semua event-event itu mereka buat-buat," ujar Rismon.
Meski demikian, Rismon merasa kecewa karena para jaksa tetap menggunakan bukti-bukti yang direkayasa tersebut sebagai senjata untuk menekan Jessica Wongso.***

Share this article
Rimson Sianipar kembali beberkan satu nama saksi ahli yang menggunakan CCTV rekayasa di kasus Jessica Wongso, siapa?