AYOJAKARTA.COM – Guru besar psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Koentjoro, memberikan penjelasan terkait isi Petisi Bulaksumur yang mengatakan adanya tindakan menyimpang yang terjadi di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Prof Koentjoro menyampaikan terdapat banyak tindakan menyimpang yang dilakukan oleh Jokowi, di mana salah satunya adalah bersifat mencla-mencle.
"Banyak mas, yang pertama mencla-mencle," ucap Prof Koentjoro, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Sabtu, 10 Februari 2024.
Selanjutnya, Prof Koentjoro mengatakan tindakan menyimpang dari Jokowi, yaitu terkait dengan kasus Mahkamah Konstitusi (MK).
"Yang kedua kasus MK, semuanya cacat gitu dan kasus MK itu sebetulnya mengajarkan pada kita bahwa hasil itu tidak pernah meninggalkan proses," ujar Prof Koentjoro.
Baca Juga: Disebut 'Kuda Putih' Jokowi Agar Paslon 01 dan 03 Tidak Bergabung, Ahok: Partai Kami Dilatih...
Prof Koentjoro juga menilai bahwa Jokowi kerap kali melakukan pembenaran terhadap sesuatu yang dinilai menyimpang.
"Kemudian yang berikutnya yaitu pembenaran-pembenaran," ucapnya.
Banyak juga kebohongan Jokowi yang menurut Prof Koentjoro tersamarkan dengan program dan kebijakan yang ada.
"Intinya banyak kebohongan-kebohongan yang dilakukan atas nama yang namanya Bansos atas nama yang namanya kampanye,”
Jokowi juga dinilai kerap melanggar peraturan-peraturan yang justru ditetapkan oleh dirinya.
“Tidak boleh kampanye, tidak boleh berpihak tetapi semuanya dilanggar,” tuturnya.
Baca Juga: Susul Civitas Akademik dan Mahasiswa, Kini Koalisi Perempuan Turut Kritik Keras Presiden Jokowi
Mengingat Presiden Jokowi merupakan alumni UGM, Prof Koentjoro mengatakan kritik yang selama ini dilakukan merupakan upaya untuk menjaga nama baik UGM,
“Kita dengan cinta kasih kita sebagai orang UGM, karena semuanya kan orang UGM di situ ya, karena itu kita jangan sampai nama baik UGM itu hancur,” ucapnya.***

Share this article
Guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Koentjoro menyampaikan terdapat banyak tindakan menyimpang yang dilakukan oleh Jokowi.