AYOJAKARTA.COM - Masyarakat Indonesia kini tengah dihebohkan dengan munculnya film dokumenter berjudul ‘Dirty Vote’.
Dalam film dokumenter Dirty Vote ini banyak hal yang diungkapkan terkait pemilu 2024.
Bahkan Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto turut disebutkan dalam film tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Airlangga Hartarto menyebutkan kalau film dokumenter Dirty Vote tersebut tidak perlu dikomentari.
Baca Juga: Zainal Arifin Mochtar Partai Apa? Ini Profil dan Biodata Ahli Hukum Tata Negara di Film Dirty Vote
“Oh itu kan namanya Black movie, black campaign ya kalau itu kan nggak perlu dikomentari” ucap Airlangga Hartarto.
Lebih lanjut Airlangga menyebutkan kalau kini Pemilu 2024 sudah berjalan dengan aman dan tertib, sehingga tidak perlu dibuat keruh dengan film Dokumenter ‘Dirty Vote’.
Airlangga juga menjelaskan bahwa di Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki demokrasi yang besar setelah US dan India.
“Saya rasa sih Pemilu sudah berjalan dengan aman, tertib dan berjalan dengan lancar jadi tidak perlu dibuat keruh dan ini adalah kita negara demokrasi terbesar sesudah US dan India,” terang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Sebagai negara demokrasi terbesar, maka jika munculnya film Dokumenter ‘Dirty Vote’ muncul tidak perlu digubris dan jangan sampai pemilu diganggu dengan hal semacam itu.
“jadi ya kita dorong aja Pemilu sesuai dengan mekanisme yang ada dan kita tetap optimis jangan ada Pemilu yang diganggu oleh hal-hal semacam itu,” lanjut Airlangga.
Baca Juga: Film Dirty Vote Bongkar Syarat Pemilu dan Capres Menang 1 Putaran
Airlangga juga tidak menanggapi terkait apakah TKN Prabowo-Gibran merasa terganggu dengan film dokumenter tersebut, namun Airlangga hanya mengajak masyarakat untuk dapat melakukan coblos pada tanggal 14 tersebut.
“Ya yang paling penting tanggal 14 masyarakat perlu nyoblos.” Ajak Airlangga Hartarto. ***

Share this article
Airlangga Hartarto memberi tanggapan terkait namanya yang turut disebut dalam film dokumenter Dirty Vote, begini katanya.