AYOJAKARTA.COM – Film Dirty Vote baru ditayangkan 3 hari menjelang Pemilu 2024, yaitu tanggal 11 Februari.
Film Dirty Vote ini mengungkapkan berbagai macam hal terkait dengan kecurangan yang terjadi di pemilu-pemilu sebelumnya.
Film Dirty Vote ini juga mengungkapkan bagaimana SBY bisa menang dan mengalahkan Prabowo.
Pada tahun 2009, dipaparkan YouTube PSHK Indonesia, ternyata Prabowo Subianto yang menjadi capres paslon 2 di Pemilu 2024, juga mendaftarkan diri sebagai cawapres.
Saat pemilu 2009 tersebut, Prabowo Subianto menjadi cawapres bagi Megawati yang berada di nomor 1.
Ada juga rivalnya Prabowo Subianto yaitu SBY dan Boediono di nomor urut 2 serta JK-Wiranto di nomor 3.
Pada pemilu tahun 2009 tersebut, SBY menang mengalahkan Prabowo dengan jumlah suara melebihi 50%.
“Pemilu presiden 2009 memperlihatkan kemenangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” ujar Feri Amsari dalam film Dirty Vote di video kanal YouTube PSHK Indonesia.
Baca Juga: 4 Bidang Jurusan Kuliah yang Paling Dibutuhkan untuk CPNS 2024, Jurusanmu Termasuk?
SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono berhasil memenangkan pemilu 2009 dengan 1 putaran saja.
Persentase hasil suara yang diperoleh oleh pasangan SBY-Boediono ini mencapai 60,8%, melebihi 50%.
Prabowo Subianto sendiri kalah dan berada di posisi kedua. Pasangan Megawati-Prabowo mendapatkan suara tidak sampai 30%.
Pasangan Megawati-Prabowo di pemilu 2009 tersebut mendapatkan persentase sebesar 26,8%.
Sedangkan pasangan terakhir adalah JK atau Jusuf Kalla dengan Wiranto. Mereka dapat posisi terakhir.
Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto di pemilu 2009 mendapatkan persentase hanya sedikit, yaitu 12,4%.

Share this article
Film Dirty Vote ini mengungkapkan berbagai macam hal terkait dengan kecurangan yang terjadi di pemilu-pemilu sebelumnya.