AYOJAKARTA.COM – Rismon Sianipar kembali menguliti dan menguak ke publik aksi para jaksa yang bekerja sama dalam kasus Jessica Wongso.
Dikutip dari tayangan YouTube Balige Academy, dalam pernyataannya Rismon Sianipar menyinggung soal tindakan jaksa Hari Wibowo yang bekerja sama dengan Muhammad Nuh Al Azhar.
“Jaksa Hari Wibowo ini berduet dengan Muhammad Nuh Al Azhar,” ujar Rismon Sianipar.
Bahkan dalam pernyataannya tersebut, Rismon juga menyinggung soal jabatan Hari Wibowo yang dianggap naik setelah menyelesaikan kasus Jessica Wongso ini.
“Ini Hari Wibowo ini jabatannya tinggi sekali sekarang, Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat,” singgung Rismon.
“setelah berhasil menggunakan video CCTV rekayasa yang diliput oleh seluruh media TV nasional maupun seluruh medsos dia terkenal dan ini menjadi pejabat penting di Kejaksaan,” lanjutnya.
Tidak hanya menyinggung soal jabatan yang naik karena kasus tersebut, Rismon juga menunjukkan bukti adanya dugaan Kerjasama yang dilakukan oleh para jaksa dan berbagai pihak yang terlibat dalam kasus kopi sianida tersebut.
Rismon Sianipar kemudian menunjukkan sebuah foto dan menyebut jika foto tersebut merupakan saat dimana para jaksa termasuk Hari Wibowo, tengah gladi resik dengan Krishna Murti yang kala itu menjabat Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Di sini kita akan putarkan ya tetapi saya tampilkan dulu ini video mereka koordinasi ya, jadi sudah latihan mereka ini sebenarnya,” terang Rismon.
Lebih lanjut Rismon menjelaskan, “Sudah gladi resik ya antara Hari Wibowo dirangkul bahunya oleh Ditreskrimum saat itu ya si Krishna Murti, ini si penipu Muhammad Nuh Al Azhar dan ini Christopher Hariman Riyanto.”
Dari situlah Rismon meyakini bahwa tidak mungkin para jaksa tidak tahu jika rekaman CCTV kasus Jessica Wongso sudah direkayasa.
“Jadi mereka bohong ya kalau tidak tahu itu video CCTV direkayasa itu bohong sekali ya,” tegas Rismon.
“Jadi mereka para jaksa sudah mengetahui itu, pasti itu, sudah mengetahui,” imbuhnya.
Rismon juga merasa semakin yakin bahwa drama soal rekayasa rekaman CCTV di kasus Jessica Wongso benar adanya.
“Saya semakin yakin lihat drama-drama mereka di pengadilan,” ungkap Rismon.
Baca Juga: Rismon Sianipar Singgung Nama Rosiana Silalahi dan Karni Ilyas, Minta Bantu Kasus Jessica Wongso?
“Nanti ku tanya ini nanti kau jawab ini untuk meyakinkan hakim ya supaya video yang hasil rekayasa Muhammad Nuh Al Azhar dan Christopher Hariman Riyanto ini dengan merusak alat bukti dengan menurunkan resolusi menjadi kabur buram semua hilang informasi semua, dibuang, dipotong-potong frame itu asli otentik tidak ada editing,” paparnya lagi.
Padahal menurut Rismon Sianipar, tindakan merekayasa rekaman CCTV yang disebut dilakukan oleh Muhammad Nuh dan Christopher Hariman merupakan tindakan yang brutal.
“Padaha down scaling itu adalah salah satu editan paling brutal dan barbar!” tegasnya.***

Share this article
Rismon Sianipar kembali menguliti dan menguak ke publik aksi para jaksa yang bekerja sama dalam kasus Jessica Wongso.