Sempat Viral Kasus Biaya Pajak Barang Impor, Harta Kekayaan 'Bos' Bea Cukai Kini Kena Spill, Apa Saja?

Sempat Viral Kasus Biaya Pajak Barang Impor, Harta Kekayaan Bos Bea Cukai Kini Kena Spill
Sempat Viral Kasus Biaya Pajak Barang Impor, Harta Kekayaan Bos Bea Cukai Kini Kena Spill

AYOJAKARTA.COM - Isu terkait pajak di Indonesia selalu menjadi topik yang hangat diperbincangkan.

Mulai dari isu glamor kehidupan pegawai pajak hingga kritik terhadap para 'crazy rich' yang dituduh mengemplang pajak, selalu menjadi sorotan publik.

Namun, kali ini, sorotan jatuh pada Bea Cukai, yang masih merupakan bagian dari ranah perpajakan.

Perlu ditegaskan terlebih dahulu bahwa pajak dan Bea Cukai memiliki perbedaan mendasar dalam hal pemungutan.

Bea Cukai adalah penerima negara yang dipungut dari barang-barang tertentu, sementara pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, tanpa mendapatkan imbalan langsung.

Baca Juga: Bocoran Kualifikasi Pendidikan Formasi CPNS Kejaksaan RI 2024, Catat Persyaratan Khusus Ini!

Baru-baru ini, Bea Cukai menjadi pusat perhatian publik setelah seorang konten kreator membagikan video viral di media sosial.

Dalam video tersebut, seorang pria bernama Radika Alttarf memperlihatkan pembelian sepasang sepatu senilai Rp1 jutaan, termasuk biaya pengiriman sekitar Rp1,2 juta dari luar negeri.

Namun, ketika barang tiba di Indonesia, terdapat biaya tambahan sebesar Rp31.800 yang harus dibayarkan.

Ini mengejutkan, mengingat menurut perhitungan berdasarkan aturan yang berlaku, biaya pabean plus PPH seharusnya tidak mencapai Rp6 juta.

Kasus ini memunculkan dugaan praktik 'under invoicing', yaitu menurunkan nilai barang untuk mengurangi pajak yang harus dibayarkan. Padahal, pengimpor telah melampirkan bukti pembayaran dari tokonya.

Tidak hanya itu, kasus lain juga mencuat, seperti kisah alat bantu sekolah luar biasa (SLB) yang diberikan hibah berupa peralatan dari Korea Selatan.

Setelah tiba di Indonesia, Bea Cukai malah membandrol barang tersebut dengan nilai yang jauh lebih tinggi dari harga sebenarnya, mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga: Pengguna Baru iPhone? Ini 7 Cara Pakai iPhone untuk Pemula, Anti Bingung!

Kasus-kasus ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kinerja Bea Cukai dan manajemennya.

Direktorat Jenderal Bea Cukai, yang merupakan bagian dari Kementerian Keuangan, tiba-tiba menjadi sorotan karena kesan kurangnya profesionalisme dalam menangani barang-barang impor.

Harta Kekayaan Bos Bea Cukai

Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Auto Populer ID, pada Selasa, 7 Mei 2024, kepala Bea Cukai, Askolani, menjadi pusat perhatian karena gaya hidupnya yang mewah dan kekayaannya yang fantastis.

Dilahirkan di Palembang pada 11 Juni 1966, Askolani telah memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sejak 12 Maret 2021.

Perjalanan karir Askolani di Kementerian Keuangan dimulai sejak tahun 1992, saat ia menjabat sebagai pelaksana. Kemudian, pada 21 Juni 2011, Askolani diangkat sebagai Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak, dan pada 27 November 2013, ia mulai menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran di Kementerian Keuangan.

Akhirnya, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai, jabatan yang dipegangnya hingga saat ini.

Baca Juga: Tes IQ: Apakah Kamu Termasuk Orang yang Berpikir Kritis? Buktikan Dengan Menemukan Kesalahan Pada Gambar Berikut Ini

Selama karirnya, Askolani telah meraih beberapa penghargaan prestisius. Pada tahun 2015, ia menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pelapor gratifikasi terbesar kedua.

Selain itu, ia juga meraih penghargaan "Top Three Pejabat Eselon 1" dalam pengukuran tingkat kematangan implementasi "The New Thinking of Working" (NTOW). Presiden Republik Indonesia juga memberikan penghargaan Sata Lencana Karya Sata kepada Askolani untuk 30 tahun pengabdiannya.

Menurut laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kekayaan yang dimiliki Askolani mencapai lebih dari Rp51 miliar.

Angka ini cukup fantastis mengingat gaji pokok pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berkisar antara Rp6 jutaan. Selain itu, tunjangan kinerja yang maksimal dapat mencapai Rp46 jutaan per bulan.

Baca Juga: Pengguna Baru iPhone? Ini 7 Cara Pakai iPhone untuk Pemula, Anti Bingung!

Dari total kekayaannya, Askolani memiliki beberapa aset yang mewah, termasuk mobil-mobil seperti Toyota Alphard tahun 2018 senilai sekitar Rp800 juta, Nissan X-Trail tahun 2015, dan Audi Q5 tahun 2010.

Selain itu, ia juga memiliki aset properti di Jakarta Barat dan Bogor senilai Rp17 miliar. Di samping itu, Askolani juga menyimpan surat berharga senilai Rp1 miliar serta kas dan setara kas senilai Rp miliar.

Kasus ini mengundang beragam tanggapan dari masyarakat, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.

Pertanyaan-pertanyaan mengenai sumber kekayaan yang begitu besar dibandingkan dengan pendapatan resmi yang dimiliki menjadi sorotan utama.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Askolani
# barang impor
# Bea Cukai
# harta kekayaan
# Pajak
# viral

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.