AYOJAKARTA.COM – Berbagai manuver untuk menuju kursi Jakarta 1 telah dilakukan oleh berbagai pihak menjelang pelaksanaan pilgub Jakarta 2024.
Dilaksanakan pada masa-masa peralihan ibukota ke IKN, pilgub Jakarta telah menjadi perhatian nasional.
Pilgub Jakarta 2024 ini juga terasa sangat istimewa karena telah memunculkan nama-nama yang selama ini sudah malang melintang di dunia perpolitikan tanah air.
Sebut saja nama-nama seperti Ridwan Kamil, Tri Rismaharini, Sandiaga Uno, atau sosok rising star yang menjabat sebagai Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Bahkan, nama terakhir ini cukup menimbulkan perbincangan ketika menyatakan ingin berduet dengan Anies Baswedan pada pilgub Jakarta 2024 ini.
Selama ini, Anies Baswedan adalah sosok yang identik dengan PKS, meskipun secara struktur tidak masuk dalam jajaran kepengurusan partai.
Baca Juga: 15 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik versi Webometrics 2024, Telkom Ungguli Binus dan UMY
Dilansir ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompastv, Kaesang Pangarep menyampaikan keinginannya untuk berduet dengan Anies Baswedan.
Hal ini tentu cukup kontroversi mengingat PSI selama ini adalah partai yang sering berseberangan dengan PKS.
Pada pilkada DKI sebelumnya, Anies Baswedan sukses melenggang ke Jakarta 1 setelah mendapatkan dukungan total dari PKS.
Sedangkan PSI, saat itu mendukung penuh Ahok, petahana kompetitor utama Anies Baswedan.
Meskipun belum memiliki partai pengusung, apabila maju ke pilgub Jakarta, maka bisa dipastikan salah satu partai pendukung Anies adalah PKS.
Melihat rekam jejak antara PSI dan PKS ini, memang agak mustahil bisa menduetkan Kaesangan dengan Anies.
Namun, dalam politik tidak ada yang namanya permusuhan abadi, adanya adalah kepentingan abadi.
Pilgub Jakarta sendiri akan dilaksanakan serentak dengan pilgub wilayah lainnya pada 27 November mendatang.
Sedangkan untuk batas akhir pencalonan kandidat pilgub Jakarta 2024 adalah pada 19 Agustus.***

Share this article
Usai Kaesang mengungkapkan keinginannya berduet dengan Anies di Pilgub Jakarta 2024, akankah PSI berkoalisi dengan PKS?