Pusat Data Nasional Diretas, Siapakah yang Bertanggung Jawab? Ini Kata Wamen Kominfo

Pusat Data Nasional (PDN) diretas, menyebabkan sejumlah layanan publik terganggu selama hampir seminggu.
Pusat Data Nasional (PDN) diretas, menyebabkan sejumlah layanan publik terganggu selama hampir seminggu.

AYOJAKARTA.COM -- Pada Kamis, 20 Juni 2024 lalu, Pusat Data Nasional (PDN) diretas, menyebabkan sejumlah layanan publik terganggu selama hampir seminggu.

Imigrasi menjadi salah satu sektor yang paling terdampak, dengan antrian panjang dan keluhan di media sosial yang semakin marak belakangan ini.

Pemerintah melalui Kementerian Kominfo mengkonfirmasi adanya serangan siber di Pusat Data Nasional (PDN) sementara di Surabaya. Terlepas dari status sementara atau permanen, publik mempertanyakan keamanan sistem pusat data pemerintah.

Baca Juga: Sempat Bikin Heboh Warganet, Kini Kominfo Batal Blokir Platform X atau Twitter, Kenapa?

Benarkah peretasan Kamis lalu yang berdampak pada 282 instansi layanan publik tingkat pusat dan daerah hanyalah ulah pihak yang tidak bertanggung jawab, atau ada faktor lain yang membuat sistem data kita begitu rentan dan minim pengamanan?

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyatakan akan menyelidiki dugaan pelanggaran hukum terkait gangguan sistem Pusat Data Nasional (PDN) yang terjadi sejak Kamis, 20 Juni lalu. Jika dalam penyelidikan ditemukan bukti-bukti, maka akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum.

“Nanti apabila ditemukan maka kemudian peristiwanya akan diproses oleh kepolisan” ucap Kapolri Jenderal Listyo Sigit, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube KompasTV, pada Jumat, 28 Juni 2024.

Baca Juga: Geger! Kritik TikTokers Ibu Widya atas Kasus Vina Cirebon Bikin Geram, Razman Nasution Desak Kominfo dan Bareskrim Polri Segera Menangkapnya

PDN adalah proyek percepatan transformasi digital yang dirancang untuk menyatukan lebih dari 27.000 situs web dan server pemerintah. PDN terintegrasi melalui pusat data di tiga atau empat lokasi berbeda dengan kapasitas 43.000 core atau 72 petabyte.

Tujuan utama PDN adalah mempercepat dan meningkatkan keamanan data digital pemerintah dalam rangka mewujudkan satu data Indonesia. Namun, jika Pusat Data Nasional dapat diretas, apakah kekhawatiran publik dianggap berlebihan?

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (kominfo), Nesar Patria mengatakan peretasan pada pusat data nasional atau PDN ini merupakan sebuah insiden.

Baca Juga: X Twitter Terancam Diblokir Kominfo, 2 Aplikasi Ini Bisa Jadi Solusinya, Fiturnya Sama Persis Lho!

“Pertanyaan yang agak sulit sebetulnya Kenapa bisa kena retas ya, yang jelas ini insiden-insiden terjadi menyerang di pusat data nasional” ucap Nesar Patria.

Nesar Patria mengatakan PDNS di Surabaya diserang pada tanggal 20 Juni 2024 pada pukul 04.00 WIB. PDNS tersebut diserang oleh virus yang namanya Brand Shipper. Virus tersebut merupakan varian dari lock bit 3.0 yang sudah dimodifikasi.

“PDNS Surabaya diserang tanggal 20 Juni, diketahui sekitar pukul 04.00 pagi begitu, ada gangguan layanan di sejumlah tenan yang data-datanya itu menggunakan pdns. Nah dari sana kita ketahui berdasarkan penelusuran ternyata ee diserang oleh virus yang namanya brand shipper dia varian dari lock bit 3.0 yang sudah dimodifikasi” ucapnya.

Ia juga mengatakan motif peretasan ini adalah ekonomi karena pelaku peretasan tersebut meminta tebusan senilai 8 juta US Dollar.

“Karena dia minta tebusan ya, dia jelas menyebutkan dan sudah disampaikan juga dalam beberapa keterangan ya yang diberikan oleh baik bssn maupun oleh kominfo eh dan juga Telkom Sigma ya sebagai penyelenggara dari pdns 2 tebusan diminta 8 juta us dolar atau sekitar 131 miliar” kata Nesar.

Baca Juga: Ramai Tagar Tolak Blokir X, Kominfo Keukeuh Tetap Blokir Jika Elon Musk Tak Bisa Terapkan 2 Kebijakan Ini

Wamen Kominfo dan Informatika tersebut mengatakan dalam insiden peretasan ini yang harus bertanggung jawab yaitu pengelola PDNS, user. Namun, hal tersebut sampai saat ini masih ditelusuri.

“Ya tanggung jawabnya mungkin bertingkat ya, selain yang mengelola pdns, ya usernya juga saya kira protenan, karena ruang digital ini kan dia saling berhubungan ya dan virus itu bisa masuk dari mana saja gitu dan pada umumnya virus masuk lewat endpoint kan, lewat user” ujarnya.

“Nah ini lagi kita telisik karena temuan sementara itu terjadi di salah satu eh tenan ya salah satu tenan itu ada look hools lah sehingga virus Ini bisa masuk” lanjutnya.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# pusat data nasional
# peretasan
# KOMINFO

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.