AYOJAKARTA.COM - Dalam sepekan terakhir ramai berita soal gempa Megathrust di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.
Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperingatkan gempa megathrust tinggal menunggu waktu untuk mengguncang Indonesia.
BMKG menyebutkan Megathrust Selat Sunda bisa menciptakan gempa sebesar 8,7M dan megathrust Mentawai-Siberut dapat mengakibatkan magnitude 8,9.
Baca Juga: TOP 17 Kampus Negeri dan Swasta Terbaik di Jawa Tengah Versi UniRanks 2024, Juaranya Bukan UNDIP!
Dua gempa tersebut tergolong besar karena dua megathrust tersebut sudah lama tidak melepaskan energi besarnya.
Hal yang menjadi perbincangan publik adalah soal "tinggal tunggu waktu" artinya kapan gempa dahsyat itu akan terjadi.
Pejabat BMKG Pusat, Daryono, meluruskan pembahasan potensi gempa di zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai yang disebut tinggal menunggu waktu.
Daryono mengatakan sebenarnya hal itu bukanlah hal baru, melainkan sudah lama, bahkan sudah ada sejak sebelum terjadi gempa dan tsunami Aceh 2004.
Sekali lagi, ia menegaskan bahwa informasi potensi gempa megathrust yang berkembang saat ini sama sekali bukanlah prediksi atau peringatan dini, sehingga jangan dimaknai secara keliru seolah-olah akan terjadi dalam waktu dekat.
Terkait rilis gempa di Selat Sunda dan Mentawai yang disebut tinggal menunggu waktu, hal ini dikarenakan kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar.
Tetapi, bukan berarti akan terjadi dalam waktu dekat.
Disebut 'tinggal menunggu waktu' ini karena segmen-segmen sumber gempa di sekitarnya sudah rilis gempa besar semua, sementara Selat Sunda dan Mentawai hingga saat ini belum terjadi.
Lebih lanjut, Daryono hanya mengingatkan kembali keberadaan zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai sebagai sebuah potensi yang diduga oleh para ahli sebagai zona kekosongan gempa besar atau seismic gap yang sudah berlangsung selama ratusan tahun belakangan ini.
BMKG mengingatkan potensi gempa dari dua megathrust yang sudah lama tak melepaskan energi besarnya, yakni megathrust Selat Sunda dan megathrust Mentawai.
Zona megathrust segmen Selat Sunda sebagian terbentang di selatan Jawa-Bali, sementara zona megathrust Mentawai di barat Sumatera. Berdasarkan peta sumber dan bahaya gempa Indonesia 2017, kedua segmen megathrust itu terakhir kali gempa lebih dari dua abad silam.
Zona megathrust sendiri merupakan istilah untuk jalur subduksi lempeng bumi yang sangat panjang tapi relatif dangkal. Di zona tersebut, sumber gempa berasal dari tumbukan lempeng di kedalaman dangkal, sehingga berpotensi memicu tsunami besar dan menyebabkan kerusakan dahsyat di pesisir pantai.
Yang kemudian membuat para ilmuwan khawatir adalah proses akumulasi medan tegangan atau stress kerak bumi yang ada di megathrust Nankai.
Gempa bermagnitudo 7,1 di Meksiko dikhawatirkan hanya sebagai pembuka gempa dahsyat yang selama ini masih 'tidur.'
Palung Nankai memiliki beberapa segmen megathrust, jika seluruh tepian patahan tersebut tergelincir sekaligus, para ilmuwan Jepang memperkirakan palung laut tadi bisa menghasilkan gempa berkekuatan hingga 9,1.***

Share this article
BMKG menyebutkan gempa Megathrust Selat Sunda bisa menciptakan magnitude gempa sebesar 8,7, Daryono BMKG beberkan hal ini...