AYOJAKARTA.COM – Buntut adanya keluhan pencatutan data pribadi, membuat keabsahan pasangan Dharma-Kun sebagai peserta Pilkada Jakarta dipertanyakan.
Guna mendalami persoalan yang timbul jelang Pilkada Jakarta tersebut, pasangan Dharma-Kun mendatangi KPU Daerah Jakarta guna mengikuti rapat pleno.
Hasilnya, Bawaslu memastikan akan terus melakukan kajian untuk mendalami kemungkinan adanya pelanggaran pidana yang dilakukan Dharma-Kun sebagai peserta Pilkada Jakarta.
Baca Juga: Pembebasan Jessica Wongso Tuai Cibiran, Menkumham: Pembebasan Bersyarat Sudah Memenuhi Ketentuan
Dalam keterangan resminya, Reki Putera Jaya selaku perwakilan Bawaslu menyebut akan terus mendalami jenis-jenis pelanggaran yang kini menjadi sorotan.
“Ini harus jelas, apakah dia masuk dalam ranah pelanggaran administrasi, dan kalau hukum pidana unsur-unsur dan pihaknya juga harus terpenuhi,” ungkapnya.
Terkait jadwal pengumuman resmi seluruh pasangan peserta Pilkada Jakarta pada 27 Agustus 2024 mendatang, Bawaslu meminta seluruh pihak agar lebih bersabar.
Sampai dengan tenggat waktu tersebut, Bawaslu akan terus memproses dan melakukan penanganan secara internal terkait adanya dugaan pelanggaran.
Sehubungan dengan semakin banyaknya jumlah laporan pengaduan yang disampaikan masyarakat, Dharma memberi tanggapan.
Kepada awak media, Dharma-Kun sebagai pasangan cagub-cawagub menyebut tidak terlibat sepenuhnya secara langsung terkait proses pencarian bukti dukungan.
Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2024 Dibuka Sore Ini, Begini Perbedaan Formasi Pemda dan Pusat, Awas Jangan Keliru!
Mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada Jakarta melalui jalur independen, Dharma-Kun juga menyebut tidak memiliki struktur tim sukses yang baku.
Tim pendukung pasangan Dharma-Kun yang cenderung bersifat cair dan swadaya, menjadikan proses pengumpulan bukti dukungan tidak sepenuhnya diketahui.
“Pengumpulan data itu dilakukan oleh para relawan independen, kami tidak terjun langsung karena kami adalah pengantinnya,” ungkap Dharma.
Oleh sebagian kalangan, pasangan Dharma-Kun disebut-sebut sebagai Calon Boneka untuk menyiasati potensi munculnya calon tunggal di Pilkada Jakarta.
Terkait dengan pandangan tersebut, Dharma menyebut sudah mendeklarasikan diri sebagai Bakal Calon sejak 3 Februari 2024.
“Kami sudah berkembang sebelum Pemilu, isu boleh berkembang tetapi biar waktu yang akan menjawab,” jelas Dharma.
Baca Juga: Diduga Putus dengan Salim Nauderer, Rachel Vennya Langsung Ngegym Biar Kuat Buka Tutup Botol?
Maju melalui jalur independen, pasangan yang mengusung slogan Selamatkan Jiwa Keluarga Kita mengaku hanya mengikuti skenario Tuhan.
Warga Jakarta, menurut Dharma-Kun sedang dalam fase akan menghadapi persoalan besar yang dapat mengancam keberlangsungan hidup sebagai keluarga.
Karena itu, salah satu hal mendasar dan penting yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan langkah-langkah persiapan.
Disamping menyangkut permasalahan pangan, Jakarta dia masa depan menurut Dharma juga akan menghadapi persoalan yang menyangkut keimanan.
“Saya tahu apa yang akan terjadi kedepan, dan akan banyak melahirkan persoalan hingga sampai pada urusan iman,” jelasnya. ***

Share this article
Pasangan Dharma-Kun disebut-sebut sebagai Calon Boneka untuk menyiasati potensi munculnya calon tunggal di Pilkada Jakarta