Kasus Vina dan Eky Cirebon Terus Berlanjut, Adi Hariyadi Muncul Sebagai Saksi Baru, Apakah Ini akan Menjadi Titik Terang dari Kasus Kematian Vina?

Susno Duadji
Susno Duadji

AYOJAKARTA.COM - Kasus kematian Vina dan Eky di Cirebon pada 2016 silam hingga kini terus berlanjut dan belum menemui titik terang.

Kini, kasus Vina kehadiran saksi baru lagi yakni Adi Hariyadi. Adi diketahui sudah memberikan kesaksian kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Adi Haryadi merupakan saksi kunci dalam kasus kematian Vina dan Eky pada 2016 silam.

Pada pemeriksaan di Bareskrim Polri lalu, Adi dicecar 29 pertanyaan terkait kasus tewasnya sepasang kekasih di Cirebon silam.

Baca Juga: Rejeki Awal Bulan! 2 Surat PT Pos Indonesia Mulai Dibagikan di 41 Wilayah Ini: Bukan PKH dan BPNT tapi Bansos Ini

Ia menyampaikan bahwa Vina dan Eky meninggal bukan karena pembunuhan melainkan kecelakaan tunggal yang dialami sepasang kekasih tersebut.

Selain itu, ia juga mengatakan tidak ada peristiwa kejar-kejaran pada malam kejadian tersebut.

Adi menyampaikan bahwa ia bisa mengatakan hal tersebut karena dirinya sedang makan di warung dekat tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Vina dan Eky pada tahun 2016 silam.

Munculnya Adi Haryadi tersebut menjadi sorotan banyak orang. Salah satunya Mantan Jenderal Susno Duadji.

Baca Juga: KIP dan PIP Cair Awal September 2024, Siswa SD hingga SMA Siap Terima Bantuan Pendidikan hingga Rp1,8 Juta

Apakah dengan munculnya Adi Haryadi merupakan titik terang dari kasus Vina Cirebon ini?

Menurut Mantan Jenderal Susno Duadji, jika dalam penyidikan dan penyelidikan, Adi Haryadi ini merupakan seorang musafir yang sedang beristirahat makan di warung dekat TKP.

“Saya meninjaunya dari penyidikan Penyelidikan dan pembuktian ya pertama orang ini berada di situ karena dia seorang musafir berjalan” ucap Susno Duadji.

“Kemudian jarak dan dia sedang berhenti untuk makan karena dapat pemberian makan gitu di jalan berhenti di jembatan layang itu jaraknya dekat sekali dengan tempat kejadian ukurannya tidak sampai 10 meter nah” lanjutnya, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Nusantara TV, pada Selasa, 3 September 2024.

Ia menyampaikan bahwa Adi tersebut melihat persis di jam dan lokasi yang sama dengan kejadian tersebut. Kesaksian Adi tersebut hampir sama dengan kesaksian Oki dan Yayan.

“Kemudian dia melihat persis waktunya juga sama kondisi cuacanya juga sama hujan dia melihat setelah melihat kemudian dia menghampiri tempat itu dan kesaksiannya bisa dikonfrontir dengan kesaksian Oki dan Yayan” ucapnya.

“Karena ia dan Yayan itu adalah orang bengkel yang dilapori oleh orang yang melihat naik sepeda motor memberitahu di situ ada kecelakaan” sambungnya.

Susno menyampaikan semua kesaksian yang disampaikan oleh Adi Haryadi ini berkaitan dengan kesaksian yang diberikan oleh Oki dan Yayan.

Baca Juga: UMM dan UMY Ungguli Unesa! 30 Perguruan Tinggi Terbaik versi Webometrics Impact and Excellent 2024

“Oki dan Yayan datang ke lokasi kecelakaan itu naik sepeda motor melawan arah dan betul keterangan daripada Adi ada orang naik motor berlawanan arah kemudian dia tidak berbuat apa-apa hanya nunggui jenazah dan sepeda motor dan helm di situ belum bisa berbuat apa-apa” ujarnya.

“Sampai dengan tidak lama antara Itu polisi datang Nah Polisi datang kemudian dia diminta juga bantu untuk naikkan orang itu ke atas sepeda motor” lanjutnya.

Namun, Susno sangat menyayangkan bhawa polisi pada saat itu tidak mencatat nama Adi, Oki dan Yayan sebagai saksi dalam kasus Vina Cirebon.

“Sayangnya ya sayangnya polisi tidak mencatat dua si Yayan tidak mencatat juga Oki tidak mencatat juga nama Si Adi ini untuk jadi saksi” ucap Susno.

Baca Juga: Senin Berkah! 3 Bansos Cair Via Bank dan Kantor Pos Hari Ini, Siap-siap KPM PKH, BPNT, dan Non DTKS Terima Pencairan hingga Rp1,8 Juta

Mantan Jenderal Susno Duadji tersebut sangat memaklumi bahwa polisi lupa untuk mencatat 3 orang tersebut sebagai saksi karena melihat kecelakaan.

“Nah mungkin ini sangat-sangat dimaklumi tidak mencatat karena dia melihat kecelakaan dan polisi dilapori juga kecelakaan lalu lintas tunggal sehingga yang dijadikan saksi oleh Polisi mungkin bukan orang-orang ini” tutupnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Adi Hariyadi
# Vina
# Eky
# Susno Duadji

News Update

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.

Teknologi

Axioo Hype AMD X1, Laptop 5 Jutaan dengan Garansi Anti Maling

Laptop Rp5 jutaan Axioo Hype AMD X1 dipuji Deddy Irvan berkat layar IPS FHD, RAM upgradeable, kamera 2MP jernih, backlit keyboard, serta garansi fenomenal Axioo ADP 3 tahun (termasuk kecurian).

Metropolitan

Permudah Akses Perbankan, Rano Karno Instruksikan ATM Bank Jakarta Hadir di Semua Rusun

Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal mereka.

Ekonomi

Pemerintah Mulai Simulasikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Ini Penjelasan Kemensos

Langkah ini merupakan bagian dari uji coba untuk memperkuat sistem distribusi bantuan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Jakarta Pusat

PAM Jaya Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor Imbas Proyek JSDP, Suplai Air Dipastikan Tetap Mengalir

Dirut PAM Jaya mengatakan kebocoran bermula saat kontraktor proyek melakukan pekerjaan pengecekan di area sekitar jaringan pipa utama milik PAM Jaya.