AYOJAKARTA.COM - Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di Cincin Api Pasifik sehingga sangat rentan terhadap gempa bumi.
Pertanyaan, kawasan mana saja yang berpotensi mengalami gempa besar?
Menurut Irwan Meilano, pakar gempa dan dosen Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia berada di wilayah aktif tektonik, dan ini bukan sekadar peringatan, melainkan kesempatan untuk bersiap.
"Gempa itu bukan bencana. Gempa hanya menjadi bencana ketika mengakibatkan kerusakan. Jadi, sebetulnya kita memiliki peluang untuk tidak menjadikan gempa sebagai bencana," ujar Irwan.
Namun, bagaimana cara kita menghadapi potensi gempa yang bisa datang kapan saja?
Baca Juga: 3 Fakta Psikologi tentang Olahraga yang Belum Banyak Diketahui, Ternyata Baik untuk Kesehatan Mental
Kawasan-Kawasan Berpotensi Gempa
Dalam riset gempa, para ilmuwan seperti Irwan menggunakan pendekatan untuk memahami potensi gempa, bukan memprediksi.
Beberapa wilayah di Indonesia sudah diketahui memiliki potensi gempa besar.
Beberapa di antaranya:
1. Pantai Barat Aceh - Gempa besar pernah terjadi di sini pada 2004
2. Pantai Barat Nias - Terjadi gempa besar pada 2005
3. Padang - Diguncang gempa besar pada 2009
4. Bengkulu - Terjadi gempa pada 2010
5. Segmen Mentawai - Segmen ini belum mengalami gempa dalam waktu yang panjang, terakhir terjadi pada 1797 dan 1833
6. Selat Sunda - Pernah terjadi gempa pada abad ke-17, namun hingga kini belum terjadi gempa besar kembali
7. Pantai Selatan Pulau Jawa - Juga memiliki potensi gempa besar
8. Pantai Selatan Bali dan Lombok - Wilayah ini pun memiliki potensi gempa
9. Papua Utara dan Sulawesi Utara - Di bagian Indonesia Timur, juga memiliki potensi gempa besar
Baca Juga: Rano Karno Tidak Kunjungi Semua Kampung sebelum Pilgub Jakarta 2024, Ini Penyebabnya
Harapan dan Kewaspadaan
Menurut Irwan, gempa adalah sebuah siklus. Jika gempa pernah terjadi di masa lalu, besar kemungkinan akan terulang kembali di masa depan. Yang perlu dikhawatirkan adalah "potensi gempa maksimum" atau maximum probable earthquake. Ini merupakan skenario terburuk yang bisa terjadi.
"Kami berharap gempa maksimum tersebut tidak terjadi. Walaupun untuk skenario, kita sering berpikir yang terburuk, tetapi keinginan kita adalah agar energinya dilepaskan dalam skala kecil-kecil," jelas Irwan.
Meskipun kita harus tetap waspada, ada harapan bahwa gempa tidak menyebabkan kerusakan besar.
Irwan menambahkan, "Semoga pada saat energi terkumpul, dilepaskan dalam skala kecil, dan tidak tiba-tiba menjadi gempa besar."
Dengan pemahaman akan potensi gempa ini, kesiapsiagaan menjadi kunci utama.
Masyarakat harus siap dan waspada, karena gempa bumi bukan hanya tentang bencana, tetapi tentang bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi tersebut.

Share this article
Dalam riset gempa, para ilmuwan seperti Irwan menggunakan pendekatan untuk memahami potensi gempa, bukan memprediksi.