AYOJAKARTA.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, memberikan pandangannya mengenai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara.
Menurut Dito, banyak venue di kedua provinsi tersebut yang memiliki kualitas sangat baik dan keindahan yang memukau. Dalam penilaiannya, dia memberikan skor 8,5 untuk pelaksanaan PON kali ini.
Namun, dia menyatakan bahwa nilai tersebut belum final dan masih menunggu hasil upacara penutupan.
Jika semua berjalan sesuai harapan hingga akhir, Dito tidak menutup kemungkinan memberikan nilai sempurna 10.
Meskipun begitu, ia juga menegaskan bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam pelaksanaan ajang olahraga tersebut.
Baca Juga: Kapan Pengumuman Pasca Sanggah CPNS 2024? Pelamar TMS Wajib Tahu Ini, Cek Jadwalnya Berikut!
Dalam kesempatan tersebut, Dito juga mengakui bahwa penilaiannya mungkin akan mendapat tanggapan beragam, terutama dari masyarakat dan netizen.
Namun, setelah mengunjungi hampir seluruh venue di Aceh dan Sumatera Utara, ia merasa bahwa penyelenggaraan PON kali ini penuh dengan tantangan yang unik.
Salah satu tantangan terbesar adalah kenyataan bahwa selama persiapan dan pelaksanaan PON, Sumatera Utara dan Aceh mengalami tiga kali pergantian gubernur.
Kondisi ini tentu saja mempengaruhi proses adaptasi dan pelaksanaan secara keseluruhan, mengingat tanggung jawab utama berada di tingkat daerah.
Dito menambahkan bahwa PON XXI merupakan kali pertama ajang ini diadakan di dua provinsi sekaligus, yang membawa tantangan tersendiri.
Meskipun demikian, ia tetap optimis bahwa PON kali ini akan meninggalkan kesan positif, tidak hanya bagi warga Aceh dan Sumatera Utara, tetapi juga bagi para kontingen dan atlet yang berkompetisi.
Ia yakin bahwa para peserta dan penonton akan melihat pelaksanaan PON ini sebagai sesuatu yang luar biasa, meskipun ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki.***

Share this article
Menurut Dito, banyak venue di kedua provinsi tersebut yang memiliki kualitas sangat baik dan keindahan yang memukau