AYOJAKARTA.COM -- Menjelang pelantikan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, muncul teka-teki jatah dan bursa calon menteri.
Selaku presiden terpilih, Prabowo Subianto mengatakan jika proses uji kelayakan calon menteri yang akan mengisi kabinetnya sudah berjalan sejak lama.
"Sebetulnya prosesnya sudah berjalan lama," ungkap Prabowo Subianto dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Minggu, 13 Oktober 2024.
Prabowo juga mengungkapkan jika banyak nama calon menteri yang muncul dari pimpinan partai koalisi.
Baca Juga: Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran, MPR Bakal Undang Anies Baswedan? Begini Kata Ahmad Muzani
"Tentunya kitakan berkoalisi, koalisi itu pimpinan partai mengajukan nama-nama, kita pelajari riwayat hidup, latar belakang dan saya harus akui yang diajukan banyak sekali yang sangat bagus, sangat kapabel," lanjut Prabowo.
Ia juga menyebut jika sebagian calon menteri yang diajukan ini sudah dipantau sejak lama.
Selain itu, Prabowo juga memperingatkan partai koalisi yang menugaskan para calon menterinya untuk tak mencari uang dari APBN dan APBD.
"Di pemerintah yang akan saya pimpin, jangan saudara tugaskan untuk cari uang dari APBN dan APBD,” tegas presiden terpilih tersebut.
Baca Juga: Daerah DKI Jakarta yang Paling Padat Penduduk, Nomor 2 Jadi Pemukiman Terpadat di Asia Tenggara
Di zaman yang serba digital ini, ia memperingatkan bagi para calon menteri agar jangan coba-coba bermain-main dengan jabatan.
Sementara itu, terkait jumlah kementerian di era kepemimpinan Prabowo Subianto, Sufmi Dasco Ahmad selaku Ketua Harian Partai Gerindra menyebut jumlah kementerian yang saat ini masih digodok berjumlah 46.
Namun untuk jumlah kementerian di era kepemimpinan Prabowo Subianto ini jumlah finalnya masih dihitung.
"Saya nanti masih mau hitung finalisasinya jumlahnya berapa," ujar Sufmi Dasco Ahmad.
Baca Juga: Jelang Pelantikan Presiden Terpilih 2024, Prabowo Siap Bertemu Megawati: Insyaallah
Sufmi juga menegaskan jika kementerian akan disesuaikan dengan janji kampanye Prabowo yaitu Asa Cita dan 17 program aksi.
"Saya mendapatkan informasi bahwa kementerian yang ada itu memang ingin mengoptimalkan fungsi kementerian yang sebaik-baiknya untuk bermanfaat buat rakyat sekaligus berfokus pada kampanye dari Pak Prabowo yaitu asa cita dan 17 program aksi," imbuh Sufmi.
Menjelang pelantikan presiden pada 20 Oktober 2024 mendatang, isu jatah menteri mencuat di kalangan partai koalisi.
Sampai saat ini partai koalisi masih menunggu jatah menteri yang ditentukan presiden terpilih Prabowo Subianto.***

Share this article
Siapa saja calon menteri di kabinet baru era Prabowo Subianto? Ternyata sudah diseleksi sejak lama lho!