AYOJAKARTA.COM – Sambut tahun baru 2025 dan 5 abad Jakarta, PJ Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi mengajak seluruh mantan Gubernur termasuk Anies dan Ahok berkumpul.
Minus kehadiran Joko Widodo yang sempat menjabat Gubernur Jakarta, kehadiran Anies-Ahok dalam acara Bentang Harapan JakAsa membuat publik beropini.
Kemesraan sosok dua mantan Gubernur Anies-Ahok yang sempat menjadi rival politik saat Pilkada Jakarta, ditengarai memiliki muatan politik.
Baca Juga: 10 HP RAM 8GB Harga Miring, Spesifikasi Gahar dengan Budget Minimalis
Terlebih dalam pidatonya, baik Anies maupun Ahok berjanji akan memberikan kejutan bagi warga Jakarta di tahun 2025.
Menyikapi pernyataan terkait akan adanya kejutar tersebut, Sahrin Hamid selaku Juru Bicara Anies Baswedan memberikan pernyataan.
Menurut Sahrin, makna kejutan yang diterjemahkan publik sebagai bentuk isyarat politik merupakan hal yang wajar dan lumrah.
Dinamika politik jelang Pilpres yang membuat Anies berinteraksi dengan Ahok, serta renggangnya hubungan Jokowi dengan PDIP merupakan hal multi tafsir.
Namun demikian, Sahrin memastikan kemesraan yang ditunjukan Ahok-Anies saat acara Bentang Harapan JakAsa merupakan bentuk kedewasaan dalam berpolitik.
Selain kedua tokoh sama-sama merupakan mantan Gubernur, itikad untuk bersama-sama membangun Jakarta merupakan tujuan mulia yang harus digaungkan.
Rentang waktu pelantikan Pramono-Rano sebagai Cagub-Cawagub terpilih, juga merupakan suar politik yang akan mempererat hubungan Anies-Ahok.
“Bisa jadi selama proses itu Mas Anies dan juga Ahok seta lainnya selalu diminta saran atau pendapat, itu merupakan momentum,” ungkap Sahrin.
Disamping akan menjadi Penasihat Gubernur terpilih periode 2024-2029, Anies menurut Sahrin juga berencana membuat Organisasi Kemasyarakatan atau Ormas Sosial.
Kebersamaan Anies dengan Ahok serta PDIP menurut Sahrin merupakan hal luar biasa, mengingat adanya tendensi antipati yang mencuat di kalangan publik.
Bentuk kejutan yang akan diperlihatkan Anies-Ahok di tahun 2025, menurut Sahrin lebih kepada memberi contoh kedewasaan dalam berpolitik serta mengelola perbedaan.
Menurut Chico Hakim selaku Jubir PDIP, makna kemesraan antara Anies-Ahok hanya dapat dipahami oleh kedua mantan Gubernur tersebut.
Baca Juga: Bukan Soal Uang! Ternyata Ini Alasan Apple Lebih Suka Berinvestasi di Vietnam daripada di Indonesia
“Kita bersyukur melihat karena keduanya bukan sekedar mantan Gubernur, bukan sekedar kultus individu tetapi berbasis gagasan,” ungkap Chico.
Terkait dengan kejutan yang akan diperlihatkan Anies-Ahok di tahun 2025, Chico meyakini semuanya berorientasi kepada bangsa.
Kongres PDIP, Pelantikan pasangan Pramono-Rano serta Ormas yang akan dibentuk Anies, menurut Chico merupakan indikator untuk bisa memahami substansi kejutannya.
Ketiga momentum besar tersebut, menurut Chico dapat memberikan ruang bagi Anis maupun Ahok untuk semakin sering terlihat bersama-sama.
“Namun apa kejutan sesungguhnya yang akan diberikan oleh Mas Anies dan Ahok, kita lihat saja nanti,” pungkas Chico. ***
Share this article
Kemesraan sosok dua mantan Gubernur Anies-Ahok yang sempat menjadi rival politik saat Pilkada Jakarta, ditengarai memiliki muatan politik.