AYOJAKARTA.COM – Buntut aksi demonstrasi puluhan ASN yang tergabung dalam kelompok Senin Hitam, membuat nama Satryo Soemantri Brodjonegoro mencuat.
Menjabat sebagai Menteri, gaya kepemimpinan sosok Satryo Soemantri Brodjonegoro oleh sejumlah kalangan ASN Kemdikti Saintek dinilai terlalu otoriter dan arogan.
Selain dianggap tempramental, Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro juga diduga sering memperlihatkan sikap kurang etis dan rasional sebagai Pimpinan di Kementerian.
Anggapan mengenai perilaku kurang menyenangkan tersebut, disampaikan langsung oleh Neni Herlina yang merupakan PJ Rumah Tangga di instansi Kemendikti Saintek.
Saat dimintai keterangan oleh awak media, Neni yang merupakan ASN lawas mengaku sempat mendapat ancaman pemecatan sejak awal perkenalan.
“Saat saya menjalankan tugas, ini kesalahan pertama ya, nanti kalau dua lagi saya pecat kamu, dari pertama sudah begitu,” jelas Neni.
Selain pernyataan kurang menyenangkan yang dialami langsung Neni, Ketua Tim Rumah Tangga di Kemendikti Saintek juga sempat mengalami hal serupa.
Akibat tidak menjawab panggilan telepon, Ketua Tim Rumah Tangga di Kemendikti Saintek kemudian dipecat melalui pesan WhatsApp.
“Ketua Tim Rumah tangga lagi sakit, waktu itu sudah malam, mungkin karena obat jadi tidak diangkat, akhirnya dipecat lewat WA,” ungkap Neni.
Peristiwa tersebut, menurut Neni bermula dari perintah Menteri Satryo yang meminta untuk dilakukan pemasangan jaringan Wifi.
Pemasangan jaringan yang dikerjakan hingga malam hari, menurut Neni membuat Menteri Satryo marah dan menghubungi Ketua Tim Rumah Tangga namun tidak tersambung.
Kendati sudah dipecat, Neni dan sejumlah ASN di Kemendikti Saintek tetap bekerja karena dasar hukum pemecatan dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.
Baca Juga: Pertarungan Oppo Find X8 Pro vs Vivo X200 Pro, Mana Flagship Premium yang Lebih Unggul?
Ditengarai kesal karena masih terlihat di lingkungan kementerian, Neni pada Jumat, 17 Januari 2025 lalu kemudian diusir paksa oleh Menteri Satryo.
“Tidak etis menyuruh saya keluar, di hadapan anak-anak magang dan staf-staf saya, jadi memang sudah diluar logika kalau menurut saya,” keluh Neni.
Dugaan perilaku arogan dan kasar Mendikti Saintek, selain dialami oleh sejumlah ASN juga dialami oleh salah satu vendor di Kemendikti.
Akibat persoalan yang belum sepenuhnya diketahui, Menteri Satryo juga ditengarai sempat melakukan serangan verbal serta fisik kepada pekerja vendor.
Aksi demonstrasi Senin Hitam, menurut Neni merupakan salah satu upaya agar hal serupa tidak lagi terjadi kepada siapapun di Kemdiksi Saintek.
Kemendikti Saintek menurut Neni merupakan institusi pendidikan, sehingga corak relasi kuasa dan adab dalam berperilaku harus benar-benar disadari.
“Karena sekarang teman-teman merasa ketakutan, apalagi yang dekat dengan Pak Menteri,” pungkas Neni. ***
Share this article
Buntut aksi demonstrasi puluhan ASN yang tergabung dalam kelompok Senin Hitam, membuat nama Satryo Soemantri Brodjonegoro mencuat.