AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Agama (Kemenag) menghadapi pemotongan anggaran sebesar Rp14 triliun sebagai bagian dari langkah efisiensi yang diterapkan pemerintah.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa pihaknya tengah mencari solusi agar program-program yang telah direncanakan tetap berjalan tanpa hambatan.
Dalam acara Sarasehan Ulama NU yang digelar di Jakarta pada Selasa (4/2/2025), Menag menyampaikan keyakinannya bahwa kendala ini dapat diatasi.
Ia menekankan bahwa semangat para pendiri bangsa yang mampu berkontribusi besar tanpa dukungan APBN harus menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan ini.
Saat ini, Kemenag tengah melakukan evaluasi terhadap pos-pos anggaran yang dapat disesuaikan.
Baca Juga: iPhone 16 Kapan Mulai Dijual Bebas? Netizen: Yaa Allah Semoga sebelum Puasa Ini
Beberapa aspek yang akan mengalami pengurangan termasuk perjalanan dinas dan belanja lainnya yang sudah diatur dalam Instruksi Presiden serta Surat Menteri Keuangan.
"Program yang benar-benar perlu dan produktif akan tetap jalan. Insya Allah, kami akan menemukan solusi dan angka yang tepat, sehingga tidak ada program yang terhambat," ujar Nasaruddin.
Lebih lanjut, Menag menekankan bahwa situasi ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan anggaran.
Ia juga menegaskan pentingnya menciptakan berbagai opsi strategis guna memastikan seluruh program tetap berjalan dengan optimal.
Kemenag berharap seluruh kebijakan dan program kerja tetap berjalan efektif meskipun harus menghadapi keterbatasan anggaran.

Share this article
Kementerian Agama (Kemenag) menghadapi pemotongan anggaran sebesar Rp14 triliun sebagai bagian dari langkah efisiensi.