AYOJAKARTA.COM – Menyusul merebaknya kabar ihwal ijazah palsu Presiden Republik Indonesia ke‑7, Joko Widodo, pihak Rektorat Universitas Gadjah Mada (UGM) angkat bicara.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan Senin pagi, Rektorat menegaskan bahwa Jokowi benar‑benar menempuh studi di Fakultas Kehutanan dan lulus pada 1985.
Wakil Rektor UGM, Wening Udasmoro, menyatakan bahwa Joko Widodo atau Jokowi adalah alumni dari Fakultas Kehutanan UGM.
“Jokowi adalah alumni Fakultas Kehutanan dan lulus pada tahun 1985,” jelas Wening Udasmoro dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Kamis, 17 April 2025.
Lebih jauh, Wening bahwa dokumen asli, mulai dari Surat Tanda Tamat Belajar (STTB), nilai ujian skripsi, hingga naskah skripsi tersimpan rapi di arsip fakultas.
Baca Juga: Kesal Ijazahnya Dianggap Abal-Abal, Jokowi akan Menarget Sejumlah Nama Terkait Tuduhan Ijazah Palsu
“Joko Widodo itu lulus pada 5 November 1985 sesuai dengan catatan di dokumen Fakultas,” tambahnya.
Dikutip dari laman resmi ugm.ac.id, Jokowi telah melaksanakan seluruh proses studi yang dimulai sejak tahun 1980 dengan nomor mahasiswa 80/34416/KT/1681 dan diwisuda pada tanggal 5 November 1985.
Untuk memperkuat bukti keaslian ijazah, Rektorat menghadirkan sejumlah rekan seangkatan Jokowi.
Para alumni tersebut menghimpun foto kenangan kuliah bersama, serta menyerahkan print‑out dokumen dan catatan proses ujian skripsi.
Isu ijazah palsu Jokowi mulai mencuat di beberapa forum diskusi publik beberapa pekan terakhir.
Sejumlah demonstran dan tokoh masyarakat, termasuk mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Amien Rais menggelar aksi menuntut klarifikasi keaslian ijazah Presiden.
Dalam aksi itu, para pengunjuk rasa menuntut agar UGM membuka seluruh data akademik Jokowi.
Dengan membeberkan dokumen dan menghadirkan saksi mata, UGM berupaya menutup celah spekulasi publik.
Rektor UGM, Prof. Dr. Retno Sumardi, menegaskan bahwa kampus berkomitmen menjaga transparansi dan integritas data alumni.
Sebagai institusi pendidikan tinggi tertua di Indonesia, UGM wajib memberikan kejelasan pada publik.
Semua catatan akademik kami simpan secara sistematis dan bisa dipertanggungjawabkan.
Sejumlah pengamat politik menilai langkah UGM dapat meredam kegaduhan.
“Dengan bukti dokumenter dan kesaksian langsung, klaim ijazah palsu harusnya segera berhenti,” ujar pengamat hukum tata negara, Dr. Yulianto Hariadi.
Di media sosial, tagar #UGMBukaBuku juga sempat menjadi trending topic, menandakan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu tersebut.
Rektorat pun menegaskan akan terus memantau dan bersedia memberikan akses verifikasi bagi instansi resmi yang membutuhkannya.***

Share this article
Rektorat UGM menegaskan bahwa Jokowi benar‑benar menempuh studi di Fakultas Kehutanan dan lulus pada 1985.