AYOJAKARTA.COM – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 menjadi sorotan publik menyusul terungkapnya berbagai kasus kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah peserta.
UTBK SNBT 2025 sendiri telah berlangsung sejak Rabu, 23 April dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu, 3 Mei 2025.
Berdasarkan jadwal dari panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), hasil skor UTBK akan diumumkan pada Rabu, 28 Mei 2025 pukul 15.00 WIB melalui laman resmi pengumuman-snbt-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id.
Baca Juga: Tuai Pro Kontra Program Dedi Mulyadi: Siswa Nakal Jabar Masuk Barak Militer untuk Pembinaan, Dimulai dari Bandung dan Purwakarta
Deretan Modus Kecurangan UTBK SNBT 2025
Selama pelaksanaan ujian, panitia mencatat sejumlah bentuk kecurangan yang melibatkan teknologi canggih serta taktik penyamaran.
Berikut ini beberapa modus yang berhasil diungkap:
1. Perekaman Layar Komputer dan Ponsel
Beberapa peserta kedapatan menggunakan perangkat lunak perekam layar atau ponsel untuk merekam soal ujian.
Tindakan ini diduga bertujuan untuk menyimpan soal untuk dipelajari kembali atau disebarkan kepada pihak lain.
2. Penggunaan Aplikasi Remote Desktop
Modus canggih ini memungkinkan pihak eksternal mengakses komputer peserta secara langsung dan menjawab soal dari jarak jauh. Akses dilakukan melalui software remote desktop.
Baca Juga: Dilantik Oktober 2025! Terungkap Besaran Gaji dan Tunjangan PPPK: Tertinggi Rp7 Juta
3. Kamera Mikro Tersembunyi di Tubuh
Sebagian peserta menyembunyikan kamera berukuran mikro pada tubuh mereka, seperti di behel gigi atau kuku jari.
Kamera tersebut digunakan untuk mengirim soal ke pihak luar secara real-time.
4. Kamera Tersembunyi di Pakaian
Kamera juga ditemukan disembunyikan di balik ikat pinggang, kancing baju, atau aksesori pakaian lainnya, yang sulit terdeteksi oleh alat pemindai logam di lokasi ujian.
5. Penggantian Foto dengan Joki
Salah satu modus paling sering ditemukan adalah penggantian foto peserta UTBK dengan foto joki.
Beberapa kasus menunjukkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi foto agar menyerupai joki.
6. Pemalsuan Dokumen Identitas
Pemalsuan data diri atau dokumen pendukung lainnya juga teridentifikasi. Tujuannya adalah untuk bisa mengikuti ujian dengan identitas palsu atau menggantikan peserta asli.
Langkah Tegas dan Sanksi dari Panitia SNPMB
Meski jumlah kasus kecurangan ini hanya sekitar 0,0071 persen dari total peserta, panitia SNPMB menegaskan tidak akan memberikan toleransi.
Tindakan tegas akan diterapkan demi menjaga integritas seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri.
Baca Juga: SP2D Turun! Bansos Mei 2025 Mulai Cair: PKH, BPNT, Atensi YAPI dan PIP Dipastikan Cair Bertahap
Sanksi yang diberikan mencakup:
- Pembatalan nilai UTBK peserta yang terbukti curang.
- Diskualifikasi permanen dari seluruh jalur seleksi masuk PTN melalui SNPMB.
- Pelaporan kepada sekolah asal peserta.
- Sanksi terhadap pihak internal atau eksternal yang terbukti terlibat.
- Proses hukum pidana jika ditemukan unsur pelanggaran hukum yang terstruktur.
Panitia juga bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mendalami kasus-kasus tertentu guna menentukan apakah diperlukan proses hukum lanjutan.
Langkah ini diambil untuk memberikan efek jera dan mencegah kecurangan serupa terjadi di masa mendatang.
Dengan meningkatnya kompleksitas modus kecurangan dari tahun ke tahun, pengawasan dan sistem keamanan UTBK SNBT terus diperkuat agar proses seleksi tetap adil dan kredibel bagi seluruh calon mahasiswa.***

Share this article
Selama pelaksanaan ujian, panitia mencatat sejumlah bentuk kecurangan yang melibatkan teknologi canggih serta taktik penyamaran.