AYOJAKARTA.COM - Belum lama ini India meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan.
Serangan rudal India tersebut sebagai respons terhadap aksi teroris di Pahalgam Kashmir, pada 22 April lalu yang menewaskan 26 warga sipil dan sebagian besar wisatawan Hindu.
Operasi India ini, yang dinamai serangan Sindoor yang menargetkan sembilan lokasi yang diduga sebagai infrastruktur kelompok militan seperti Jaish e Mohammed dan Lashkar e Taiba .
Latar belakang serangan di Pahalgam dilakukan oleh lima militan bersenjata yang menargetkan wisatawan non Muslim dan menewaskan 26 orang termasuk 25 wisatawan Hindu dan satu warga lokal Muslim.
Baca Juga: Mulai Rp2 Jutaan! Spesifikasi 7 Hp Samsung 5G dan Keunggulannya, Ada Series A dan M...
India menuduh kelompok The Resistance Front merupakan afiliasi dari Lashkar e Taiba yang berbasis di Pakistan sebagai pelaku serangan tersebut.
Sebagai balasannya India meluncurkan Operasi Sindoor dengan tujuan melumpuhkan infrastruktur militan di wilayah Pakistan.
Menurut pihak Pakistan serangan udara India mengakibatkan 26 korban jiwa termasuk anak-anak dan melukai 46 warga sipil lainnya .
India mengklaim bahwa serangan tersebut ditujukan secara presisi untuk menghindari korban sipil dan tidak menyerang instalasi militer Pakistan.
Pakistan mengecam serangan tersebut sebagai tindakan perang dan berjanji akan melakukan tindakan balasan.
Militer Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima pesawat tempur India dan meluncurkan serangan balasan di sepanjang Garis Kendali (LoC) yang menyebabkan korban jiwa di kedua belah pihak.
Konflik ini telah memicu ketegangan diplomatik dan India menangguhkan Perjanjian Air Indus 1960 serta memberlakukan pembatasan visa bagi warga Pakistan.
Sebagai balasan Pakistan menutup wilayah udaranya untuk penerbangan India dan menghentikan semua perdagangan dengan India.
Masyarakat internasional menyatakan keprihatinan mendalam terhadap eskalasi konflik ini.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan solidaritas dengan Pakistan dan mendukung penyelidikan independen atas serangan di Pahalgam .
Sementara itu Presiden AS Donald Trump mendesak kedua negara untuk menahan diri .
Para analis memperingatkan bahwa siklus serangan dan balasan ini dapat memicu konflik yang lebih luas.
Mengingat kedua negara memiliki senjata nuklir dan ketegangan semakin terasa.
Hal ini juga berpotensi menarik perhatian kekuatan global lainnya seperti China dan Rusia yang memiliki kepentingan strategis di kawasan tersebut .***
Share this article
Belum lama ini India meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan.