AYOJAKARTA.COM – Mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji mengungkapkan bahwa proses penyidikan dalam pembuktian keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebenarnya sangat mudah dilakukan.
Berdasarkan pengalamannya, jika melihat dari “kacamata penyidik”, kasus ini termasuk dalam ranah analog yang mana termasuk produk administrasi.
Eks Kabareskrim tersebut menyatakan bahwa proses ini bisa menjadi rumit jika permintaan pihak tertentu diarahkan untuk dijadikan film panjang atau pendek, yang menurutnya bukan ranah penyidikan.
“Ini sangat mudah, kecuali memang ada permintaan mau film pendek atau panjang gitu,” ungkap Susno Duadji yang dikutip dari YouTube Kompas TV pada Senin 19 Mei 2025.
Penyidikan kasus ini terbilang mudah karena lembaga yang mengeluarkan ijazah, Universitas Gadjah Mada (UGM), masih ada dan memiliki kredibilitas tinggi, sehingga dapat menjadi saksi kunci.
“kalau ingin film pendek ini gampang sekali, UGM-nya kan masih ada serta Reputasi UGM itu internasional bukan nasional tidak mungkin dia akan menjualnya dengan begitu murah,” ujarnya.
Tak hanya itu, saksi-saksi lain seperti dosen, tenaga administrasi, dan teman kuliah Jokowi juga dapat dimintai keterangan.
Susno juga menegaskan pentingnya mempercayakan proses pembuktian kepada aparat penegak hukum dan institusi resmi, sehingga hasil penyidikan yang transparan akan menjaga nama baik Presiden Jokowi.
Ia menghargai langkah Jokowi yang membawa masalah ini ke ranah hukum untuk menyelesaikan polemik secara profesional dan menghindari kegaduhan berkepanjangan di Masyarakat.
Eks bareskrim tersebut berharap masalah ini cepat selesai secara hukum agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan di masyarakat dan bangsa bisa fokus membangun bersama.
Susno juga menekankan pentingnya mempercayakan proses pembuktian kepada penyidik dan institusi resmi seperti UGM, serta menghindari perdebatan di luar ranah hukum demi menjaga stabilitas nasional. ***

Share this article
Susno Duadji nilai pembuktian ijazah Jokowi mudah, cukup libatkan UGM & saksi relevan. Ia imbau fokus ke hukum, hindari kegaduhan publik.