AYOJAKARTA.COM – Wacana pemakzulan terhadap Gibran Rakabuming dari jabatan Wapres, terus mendapat sorotan dari banyak kalangan.
Selain dinilai sangat relevan untuk segera dilakukan, pemakzulan Gibran sebagai Wapres juga disebut-sebut oleh sejumlah pihak akan sulit tanpa adanya intervensi politik.
Sebagaimana halnya dengan proses kenaikan Gibran Rakabuming sebagai Wapres, upaya tekanan secara politik juga oleh sejumlah kalangan perlu menjadi variabel.
Baca Juga: Dinilai Lambat, Kematian Juliana Marins di Gunung Rinjani akan Dibawa ke Mahkamah Internasional
Terlepas dari peluang keberhasilan dan potensi kegagalan melakukan impeachment terhadap Gibran, hal penting yang wajib dipetimbangkan adalah menentukan pengganti.
Pandangan terkait potensi dan variabel pemakzulan terhadap Gibran Rakabuming dari kursi Wapres tersebut merupakan pernyataan Pengamat Politik Hendri Satrio.
Menurut pengamat yang akrab disapa Hensat, publik tidak akan dapat melihat segala kerumitan dan dinamika yang terjadi di balik panggung terkait pemakzulan Gibran.
Meski secara institusional parlemen terkesan kurang tanggap, hal tersebut menurut Hensat bisa saja saja berbeda di tingkat elit partai politik.
Tarik menarik atau ulur untuk mengukur peluang, menurut Hensat sedang menjadi problem yang dihadapi oleh masing-masing elit di Indonesia.
Salah satu akar kerumitan yang tidak akan pernah tertangkap oleh kamera dan sedang terjadi saat ini, menurut Hensat adalah menentukan pengganti.
Baca Juga: Info PIP 2025: Cair Bertahap, Bulan Juli 2025 Masuk Termin 2, Cek Nominal yang Didapat Sisw
Dilema politik yang saat ini sedang dihadapi oleh Presiden Prabowo Subianto, menurut Hensat adalah kepada siapa kursi Wapres akan disediakan.
Meski sejumlah tokoh kenamaan seperti AHY, Puan Maharani, Zulkifli Hasan dan petinggi parpol sempat disebut; hal tersebut menurut Hensat tidak akan mudah bagi Prabowo.
Memberi jabatan Wapres kepada kader dari partai yang berbeda, meski akan bisa memperkuat dukungan politik juga berarti melemahkan kondisi internal partainya.
Karena itu, Hensat berseloroh salah satu cara yang dilakukan oleh Gerindra adalah dengan menyiapkan Kang Dedi Mulyadi sebagai calon pengganti.
Baca Juga: Belum Lolos Negeri? Ini Cara Cek Beasiswa untuk SMA dan SMK Swasta di Laman SPMB Jatim 2025
Disebut-sebut sedang berusaha mengikuti jejak Joko Widodo, Hensat berpendapat KDM akan menjadi calon kuat pengganti Gibran Rakabuming.
Terkait dampak politik yang kemungkinan akan dialami Gibran jika pemakzulan berhasil dilakukan, Hensat menilai hal tersebut justru penting untuk menggugah kesadaran.
Tanpa adanya dukungan dari Jokowi serta PDIP yang saat itu menjadi Presiden, dengan nada satir Hensat berpendapat Gibran akan tetap menjadi Wapres terbaik sepanjang masa.
Salah satu contoh dan bukti terpublikasi bahwa Gibran adalah sosok yang sangat fokus dan piawai dalam mencapai tujuan adalah saat tendangannya membuahkan gol.
“Itu yang jadi kiper harusnya jangan diajak main lagi, karena menipu diri dan itu jenis kiper toksik,” celoteh Hensat seperti dikutip Ayojakarta dari Forum Keadilan TV. ***

Share this article
Wacana pemakzulan terhadap Gibran Rakabuming dari jabatan Wapres, terus mendapat sorotan dari banyak kalangan.