AYOJAKARTA.COM – Sejak muncul pertama kali dalam perayaan Hari Bhayangkara, Ropi atau Robot Polisi Indonesia langsung menuai sorotan.
Selain karena penampilannya yang dilengkapi dengan sejumlah atribut standar kepolisian, Ropi juga disebut-sebut merupakan manifestasi Polri di masa depan.
Bukan hanya sekedar rakitan kabel yang terbungkus lapisan baja, Ropi juga memiliki sejumlah kualifikasi canggih seperti kecerdasan, kesigapan, dan empati digital.
Baca Juga: Bedah Asrama Taruna Taruni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, Apa Saja Fasilitasnya?
Sempat memberikan penghormatan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto, Ropi yang juga berarti Robot Pelayanan Publik Interaktif digadang mengeluarkan banyak anggaran.
Dalam perayaan hari jadi kepolisian pada 1 Juli silam, Polri diketahui telah memperlihatkan sebanyak 25 unit robot dari berbagai jenis dan peruntukan.
Dibanderol sekitar 16,000 USD dengan remote, varian Ropi juga bukan hanya robot jenis Humanoid dan Anjing Pintar atau i-K9 tetapi juga Tank Patroli serta Drone Surveillance.
Sempat membuat banyak pasang mata terperangah kagum, keberadaan dan pemanfaatan Ropi justru semakin dipertanyakan oleh banyak kalangan.
Menurut sejumlah kalangan, besaran anggaran yang telah dikeluarkan oleh kepolisian jauh melebihi dari harga temuan di beberapa marketplace.
Terlebih melalui sejumlah unggahan, warganet mengetahui pemanfaatan robot jenis Humanoid Ropi di Tiongkok yang merupakan negara asalnya.
Berbeda dengan Optimus atau Tesla Bot rancangan Tesla, robot Humanoid seperti Ropi yang diproduksi China justru diketahui merupakan jenis mainan anak.
Berdasarkan unggahan di sejumlah akun media sosial, penggunaan robot humanoid yang dikabarkan dibanderol seharga Tiga Miliar Rupiah; di negara asal justru beda peruntukan.
Selain dijadikan sebagai teman untuk kejar-kejaran, robot jenis humanoid juga dimanfaatkan sebagai sasaran tinju bagi anak-anak.
Mengetahui adanya perbedaan peruntukan dan pemanfaatan tersebut, ribuan warganet mengungkapkan kekecewaannya.
Melalui kolom komentar, ribuan warganet dengan sikap tidak bangga mengungkapkan kekecewaannya dengan institusi Polri.
“China past menyukai, pertanahan negaramu adalah mainan bagi anak-anak PAUD-ku,” komentar warganet pemilik akun @*aptaintee* yang disukai ribuan warganet lainnya.
Selain menyoroti perbedaaan cara pemanfaatan, warganet juga menyanjung perekonomian China karena mampu memberikan anaknya mainan seharga Tiga Miliar.
Akibat adanya sorotan dari berbagai kalangan terkait Ropi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan pernyataan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolri menyebut anggaran Polri untuk menghadirkan Ropi tidak seperti yang tersebar di berbagai media.
“Anggarannya ya nggak pakai anggaran, orang uji coba,” ujar Kapolri dikutip Ayojakarta dari akun Instagram @feedgramindo. ***
Baca Juga: Bocoran Drama Korea Our Movie Episode 9, Cinta Jeon Yeo Been dan Namkoong Min Tidak Direstui

Share this article
Ropi, robot polisi buatan China seharga Rp3 M diduga hanya mainan. Polri bantah pakai anggaran, sebut hanya uji coba di Hari Bhayangkara.