AYOJAKARTA.COM - Kecurangan yang dilakukan oleh mafia beras dengan melakukan tindakan pengoplosan beras premium sontak buat geger masyarakat.
Untuk itu, masyarakat diharuskan lebih jeli dalam membedakan produk beras oplosan dan tidak.
Artikel ini akan membagikan informasi dari cara membedakan beras oplosan dan asli serta fakta dari kasus mafia beras yang ramai jadi sorotan di Indonesia.
Sebagai informasi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri diketahui baru-baru ini merilis adanya jaringan mafia beras.
Baca Juga: Tata Cara Daftar Ulang Sekolah Dinas Politeknik Transportasi Darat Bali, Deadline 18 Juli 2025!
Setidaknya 212 merek beras yang beredar di masyarakat diduga adanya praktik kecurangan.
Kecurangan ini dilakukan dengan mengoplos beras premium yang dicampur dengan beras kualitas rendah namun dijual dengan sebutan premium dan harga jauh lebih mahal dari seharusnya.
Tentu, hal ini membuat kerugian bagi konsumen bukan hanya finansial tetapi dari segi kesehatan karena tidak sesuai standar beras yang seharusnya.
Berikut ciri-ciri dari beroplosan yang dikutip ayojakarta.com dari situs resmi IPB University.
Pakar Teknologi Industri Pertanian IPB Universiti Prof Tajuddin Bantacut membagikan informasi seputar ciri-ciri beras oplosan.
Tajuddin menyebutkan bahwa ciri-ciri beras ini bisa dilihat dengan mata yakni:
Baca Juga: Wajib Tahu! Plus Minus Tecno Pova 7 Ultra 5G: Layar Amoled 144Hz dan Baterai 6000 mAh, tapi...
- Warna yang tidak sama
- Butiran yang berbeda ukuran
- Tekstur nasi yang lembek setelah dimasak
“Jika menemukan nasi yang berbeda dari biasanya seperti warna, bau (aroma), tekstur dan butiran maka dapat ‘dicurigai’ sebagai beras yang telah dioplos dalam arti terdapat kerusakan mutu atau keberadaan benda asing,” pungkasnya.
Bahaya dari beras oplosan bagi kesehatan yakni:
- Adanya benda asing termasuk zat pewarna atau pengawet yang berbahaya masuk ke dalam tubuh untuk jangka panjang.
Ia mengimbau agar masyarakat mewaspadai beras yang terlihat tidak biasa, berwarna aneh, atau berbau.
“Hindari membeli beras tanpa label atau dari sumber yang tidak jelas. Cuci beras sebelum dimasak dan waspadai bila ada benda asing yang mengambang,” lanjutnya.
Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa ideal beras disimpan selama 6 bulan agar kualitas tetap terjaga.
Faktor alami yang membuat kualitas beras turun:
- Faktor lingkungan
- Hama
- Mikroorganisme
“Beras yang rusak bisa dipoles ulang. Namun, jika kerusakannya sudah parah, baik secara fisik, kimiawi, maupun mikrobiologis, maka tidak layak untuk dikonsumsi. Terlebih apabila mengandung bahan kimia atau pengawet, bisa berbahaya untuk kesehatan, “ jelasnya.***

Share this article
Pakar Teknologi Industri Pertanian IPB Universiti Prof Tajuddin Bantacut membagikan informasi seputar ciri-ciri beras oplosan dan bahayanya