AYOJAKARTA.COM – Sempat menyandang predikat sebagai Daerah Khusus Ibukota, tahun ini Jakarta dipilih sebagai lokasi Upacara peringatan hari Kemerdekaan Indonesia.
Bertempat di Istana Negara, Upacara peringatan hari Kemedekaan Indonesia pada 17 Agustus 2025 telah berlangsung dengan lancar serta khidmat.
Dihadiri olehh para Penyelenggara Negara serta Tamu Undangan, pelaksanaan Upacara hari Kemerdekaan Indonesia berpusat di Istana Negara, Jakarta.
Di perayaan tahun lalu, upacara Hari Kemerdekaan Indonesia sempat dilangsungkan di Ibu Kota Negara Nusantara, Penajam Paser Utama, Kalimantan Timur.
Sempat menuai polemik publik, alasan perpindahan ibukota negara dari Jakarta ke luar pulau Jawa disebabkan karena faktor keamanan geografis.
Selain karena sebanyak 40 persen daratan Jakarta sudah berada di bawah permukaan air laut, setiap tahun tanah di wilayah Jakarta juga mengalami penurunan.
Menurut sejumlah kalangan, Jakarta berpotensi mengalami abrasi secara menyeluruh pada tahun 2050 atau lima tahun pasca Indonesia Emas dijadikan sebagai cita-cita negara.
Baca Juga: Deretan Kisah Menyentuh di Balik Personel Gita Bahana Nusantara yang Tampil di Istana Negara
Salah satu indikasi telah terjadinya penurunan permukaan adalah genangan air yang mudah datang, meski kondisi hujan relatif sedang.
Wilayah Jakarta Selatan dan Pusat, setiap tahun mengalami penurunan tanah sekitar Satu dan Dua sentimeter.
Sedangkan proses penurunan tanah paling besar terjadi di wilayah Jakarta Timur serta Barat dengan nilai mencapai 10 serta 15 sentimeter setiap tahun.
Berada di bagian pesisir laut, Jakarta Utama memiliki ancaman penurunan permukaan tanah hingga mencapai 25 sentimeter setiap tahun.
Baca Juga: Film Terbaru Jo Jung Suk Ukir Sejarah Jadi yang Terlaris di Box Office Korea Selatan
Meski tanggul-tanggul raksasa telah dibangun di wilayah pesisir utara kota Jakarta, hal tersebut tetap tidak menghilangkan ancaman.
Selain karena lokasi geografis dan topografi Jakarta yang awalnya merupakan rawa-rawa, penyebab terjadinya penurunan permukaan tanah di Jakarta, adalah karena ulah manusia.
Berdasarkan hasil pemetaan, ketinggian permukaan tanah rata-rata wilayah Jakarta berkisar sekitar Delapan sentimeter diatas permukaan laut atau 8 Mdpl.
Mengacu pada pemetaan tersebut, wilyah Cibubur menjadi daratan tertinggi di Jakarta dengan 91 Mdpl dan Muara Baru sebagai lokasi terendah yang memiliki ketinggian Minus Satu Mdpl.
Baca Juga: Apa Isi Souvenir Upacara HUT ke-80 di Istana Negara Jakarta?
Pembangunan gedung-gedung serta infrastruktur yang mengabaikan faktor lingkungan, serta aktivitas warga dalam mengelola sumur air ditengarai menjadi penyebab.
Akibat jumlah resapan air yang mengalami penurunan, peluang terjadinya pergeseran struktur tanah bahkan longsor semakin membesar.
Berdasarkan pada pertimbangan tersebut, pemerintah Indonesia memutuskan untuk memindahkan ibukota negara kre luar Pulau Jawa.
Dampak lain dari potensi terjadinya penurunan permukaan tanah di Jakarta yang terus berkelanjutan tanpa penanganan adalah munculnya kemungkinan tenggelam. ***

Share this article
Upacara HUT RI ke-80 digelar di Istana Negara Jakarta meski ancaman penurunan tanah membuat ibu kota lama ini terancam tenggelam.