AYOJAKARTA.COM--Sebentar lagi umat muslim di dunia akan menyambut bulan suci Ramadan.
Tak terkecuali di Indonesia yang sebagian besar masyarakatnya beragama Islam.
Negara Indonesia terkenal dengan banyak adat istiadat yang diselenggarakan dalam setiap momen penting, salah satunya menyambut bulan suci Ramadan.
Tradisi unik menyambut bulan suci Ramadan ini biasanya selalu dilakukan secara turun-menurun sesuai dengan adat masing-masing daerah.
Meskipun berbeda-beda, tentu saja memiliki tujuan yang sama, yakni bentuk rasa syukur bertemu lagi dengan bulan Ramadan.
Baca Juga: Ramadan 2023 Sebentar Lagi, Berikut 5 Rekomendasi Menu Sahur Sehat dan Simpel Anti Mager
Dikuti ayojakarta.com dari kanal Youtube Art is Data, berikut 7 Tradisi Unik sambut bulan suci Ramadan di berbagai daerah Indonesia.
1. Tradisi Meugang
Tradisi Meugang dilakukan masyarakat Aceh, yakni berupa kegiatan menyembelih hewan yang dilakukan dua hari menjelang ramadan.
Setelah hewan selesai disemblih, dagingnya akan dibagikan kepada para tetangga dan sebagian lagi akan disantap bersama keluarga.
2. Tradisi Nyorog
Tradisi Nyorog berasal dari daerah Betawi Jakarta.
Tradisi ini dilakukan sebelum puasa Ramadan dengan membagikan bahan makanan kepada sanak saudara sebagai ajang silahturahmi satu sama lain.
Baca Juga: Malem Selikuran, Tradisi Sambut Malam Lailatul Qadar Jelang Ramadan di Yogyakarta, Seperti Apa Itu?
3. Tradisi Munggahan
Berasal dari daerah Jawa Barat, tradisi ini dilakukan tepat satu hari sebelum puasa Ramadan.
Bentuk pelaksanaan antar daerah berbeda, tapi umumnya melakukan makan bersama dengan keluarga dan saling bermaafan sebelum menyambut bulan suci ramadan.
4. Tradisi Balimau
Balimau adalah tradisi dari Sumatra tepatnya masyarakat Minangkabau.
Tradisi ini adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang dilakukan pada kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian yang sudah dipercaya.
Makna tradisi ini adalah membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Baca Juga: Road to Ramadan, Berikut 5 Amalan Sambut Ramadan menurut Ustaz Abdul Somad.
5. Tradisi Nyadran
Tradisi Nyadran adalah tradisi pembersihan makam sekaligus ziarah ke makam keluarga untuk mendoakan mereka yang telah meninggal.
Tradisi masyarakat Jawa tengah ini tak hanya berbentuk ziarah saja, tapi juga dilakukan di masjid atau mushola.
Tradisi ini diyakini suatu bentuk hubungan antara leluhur dan sesama manusia dan Tuhan.
6. Tradisi Dugderan
Tradisi Dugderan merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Semarang.
Dimana tradisi ini masyarakat Semarang melakukan festival sekitar 1-2 minggu sebelum puasa, sebagai tanda akan dimulainya Ramadan.
Baca Juga: Inilah Tips Puasa Ramadan bagi Penderita Diabetes, Simak Penjelasan dari Pakar Kesehatan Berikut!
7. Tradisi Apeman
Tradisi apeman ini sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Jawa tengah dan Yogyakarta.
Tradisi ini dimulai dengan ziarah terlebih dahulu pada leluhurnya.
Setelah itu, baru kemudian memasak kue apem yang selanjutnya dibagikan kepada keluarga dan tetangga.
Seiring perkembangan zaman, tradisi di atas mulai berubah lebih sederhana dan ada pula yang telah ditinggalkan karena dianggap tidak sesuai dengaan ajaran Islam yang semestinya.
Hal yang perlu digaris bawahi, tradisi tersebut merupakan suatu bentuk rasa syukur masyarakat menyambut bulan suci Ramadan.**

Share this article
Tradisi unik menyambut bulan suci ramadan ini biasanya selalu dilakukan secara turun-menurun sesuai dengan adat masing-masing daerah.